190 Handphone Ilegal Senilai Rp 61,3 Juta Disita Bea Cukai, Pemilik PS Store yang Juga Youtuber Ditangkap

Apple iPhone

190 Handphone Ilegal Senilai Rp 61,3 Juta Disita Bea Cukai, Pemilik PS Store yang Juga Youtuber Ditangkap

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta berhasil menyita 190 handphone ilegal senilai Rp 61,3 juta dari penjual handpone PS Store. Temuan itu didapat pasca melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Bea Cukai Kanwil Jakarta Ricky Mohamad Hanafie membenarkan hal tersebut. Ricky menyebutkan tersangka berinisial PS atau Putra Siregar merupakan pemilik PS Store sekaligus Youtuber asal Kota Batam.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

“Kemudian pada tanggal 23 Juli 2020 telah diserahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari. Total 190 unit hp. Tersangka selama proses penyelidikan dan penyidikan hingga tahapan serah terima senantiasa kooperatif dan menggunakan protokol COVID-19,” ungkap Ricky.

“Ini tahapan dan penelusurannya panjang sejak 2019. Sekarang berkas final sudah lengkap. Secara prinsip proses penyidikan di Bea Cukai sudah selesai. Nanti kita tunggu tahap berikutnya di persidangan,” lanjutnya.Nama Putra Siregar melambung lantaran dia sering bekerja sama atau melakukan endorse iPhone terhadap beberapa artis dan selebgram.

Putra Siregar yang juga seorang Youtuber dikenal netizen lantaran sering membagi-bagikan giveaway berupa ratusan iPhone keluaran terbaru dan uang puluhan juta rupiah. PS Store sendiri dikenal dengan toko yang menjual iPhone dan beberapa merek smartphone dengan harga miring atau lebih murah dibandingkan harga resmi toko. Adapun gerai PS Store terbesar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Batam, Surabaya, Pekanbaru, Medan, hingga Tangerang.

Dari tangan Putra Siregar telah diserahkan beserta barang bukti, lain 190 Handphone bekas berbagai merek dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan atau penghasilan PS yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 50.000.0000, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000Ricky mengatakan Bea Cukai ingin memberikan edukasi ke masyarakat atas kasus ini.

“Kami ingin berikan edukasi ke masyarakat, hati-hati terhadap iming-iming harga murah dan harga miring karena bisa jadi ilegal. Dengan adanya case ini kita harus berhati-hati, sebenarnya legal itu mudah.”

Selain itu juga Bea Cukai pun meminta kepada artis-artis dan influencer untuk berhati-hati dalam meng-endorse. Sementara masyarakat diminta untuk berhati-hati dalam membeli produk elektronik.

“Secara bisnis kan mereka (artis-artis) juga tidak mengetahui ya, tapi mungkin dengan adanya case ini terungkap mungkin teman-teman artis menjadi paham, lebih hati-hati dalam meng-endorse,” imbuh Ricky.

Atas perbuatannya, Putra Siregar dituntut dengan Pasal 103 huruf d, UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ia dituntut karena memperjualbelikan barang yang tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Ia diancam dengan hukuman pidana penjara minimal 2 tahun dan maksimal 8 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *