45 Pengedar Obat Keras Daftar G Diamankan, Polda Banten Sebut Peminatnya Mayoritas Pelajar

45 Drug G Distributors List G Secured, Banten Provincial Police Call Interests the Majority of Students

Foto 45 dealer Glist of narkoba keras diamankan oleh Direktorat Investigasi Obat

Sebanyak 45 dealer Glist obat keras diamankan oleh Direktorat Penyelidikan Narkoba Polda Banten karena tidak memiliki izin.

Sebanyak 45 pengedar obat-obat keras daftar G diamankan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten karena tak memiliki izinedar. Pihak kepolisian berhasil menangkap semua tersangka dalam kurun waktu sebulan. Mereka ditangkap di berbagai lokasi di wilayah hukum Polda Banten.

Dirnarkoba Polda Banten, Kombes Yohanes Herwono membei keterangan kepada wartawan pada Jumat (1/11/2019) bahwa obat-obat daftar G atau obat keras yang sudah kadaluarsa biasa dijual di apotik. Para pelaku menjual obat per paket seharga RP 20 ribu. Yohanes menyebut, obat yang tidak boleh digunakan lagi itu sangat berbahaya.

Polisi mengamnkan para tersangka yang kebanyakan adalah penjual toko kosmetik, warung obat dan warung kelontongan. Sementara, untuk pembelinya mayoritas merupakan kalangan siswa, baik SMP maupun SMA. Para pelajar ini membeli obat tersebut karena harganya yang relatif murah.

Yohanes menuturkan efek dari obat ini bisa membuat tenang dan tidak ketergantungan. Akan tetapi, jika obat itu dikonsumsi terus menerus nantinya dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Dengan diamankannya para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa obat-obatan Tramadol sebanyak 31.346 butir, Hexymer 364.659 butir, Trihexyphenidhyl 17.080 butur, obat kuning 762 butir, obat polos 3.313 butir. Selain itu barang bukti lainnya yang ikut diamankan yaitu, uang tunai 16.284.000 hasil penjualan, kendaraan roda empat 1 unit dan roda dua 1 unit.

Yohanes menambahkan, para tersangka mendapatkan obat itu dari bandar di Jakarta. Pihaknya telah mendalami guna membongkar sindikat peredaran obat terlarang itu.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 196 Juncto Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) Juncto Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan‎. Ancamannya yaitu 10-15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 Miliar.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *