6 Juta PHK & dirumahkan, Bappenas prediksi tingkat pengangguran dan kemiskinan meningkat di 2021

pemutusan_hubungan_kerja

6 Juta PHK & dirumahkan, Bappenas prediksi tingkat pengangguran dan kemiskinan meningkat di 2021

Dampak Covid-19 terhadap ekonomi sangat luas biasa, di mana pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. Jelang masa new normal covid-19, jumlah pekerja yang dirumahkan dan PHK masih bertambah meski tak signifikan.

Kadin Indonesia mencatat ada 6 juta lebih pekerja yang terkena dampak PHK dan dirumahkan akibat Covid-19. Jumlah yang dirumahkan memang lebih besar hingga 90%.

Namun, mulai dibukanya ekonomi dengan transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak dengan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat perlahan-lahan. Meskipun aktivitas ekonomi belum sepenuhnya normal sediakala. Sebagian besar pekerja bahkan harus masih dirumahkan alias menganggur di rumah.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan selama pandemi menurut laporan-laporan asosiasi yang diterima, bahwa jumlah pekerja yang dirumahkan dan PHK mencapai 6 juta orang. Meski berdasarkan data Kemenaker per 27 Mei 2020, sektor formal yang dirumahkan mencapai 1.058.284 pekerja dan yang di-PHK sebanyak 380.221 orang pekerja.

Shinta mengakui semenjak ada pembukaan ekonomi kembali pada medio Juni 2020 memang ada denyut ekonomi yang mulai bergerak, tapi masih butuh waktu lagi untuk bisa ke kondisi normal.Sementara, tingkat pengangguran terbuka (TPT) diprediksi bakal meningkat hingga 10,7 juta sampai 12,7 juta orang pada 2021.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan jumlah TPT pada Februari 2020 adalah 6,88 juta orang. Artinya akan ada penambahan jumlah pengangguran 4 juta sampai 5,5 juta orang.

Sektor yang paling banyak kehilangan pekerjaan meliputi perdagangan, manufaktur, konstruksi, jasa, dan akomodasi. Menurut Suharso, jumlah pengangguran bertambah karena PHK imbas pandemi covid-19.

Bappenas memperkirakan jumlah pengangguran pada tahun depan berada di level antara 7,7% sampai 9,1%. Jumlah ini meningkat dari realisasi TPT pada tahun lalu sebesar 5,28%, meski lebih rendah dari target tahun ini sebesar 8,1% sampai 9,2%.Sementara itu, tingkat kemiskinan ditargetkan sebesar 9,2% sampai dengan 9,7% pada 2021.

Untuk tahun ini, tingkat kemiskinan diprediksi mencapai 10,63% atau meningkat dari realisasi pada September 2019 sebesar 9,22%. Bappenas sendiri menargetkan tingkat kemiskinan pada 2020 bisa dijaga pada kisaran 9,7-10,2%. Jumlah itu setara dengan 26,2-27,5 juta orang.

“Tanpa intervensi tingkat kemiskinan mencapai 10,63%, naik empat juta orang dari 24 juta ke 28 juta dengan intervensi bisa menekan tingkat kenaikan di bawah satu juta dan mudah-mudahan secara rasio masih bisa satu digit,” ungkap dia.

Intervensi yang dimaksud antara lain adanya jaringan pengaman sosial (social safety net) bagi masyarakat yang terdampak selama pandemi Covid-19. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga diskon listrik.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang National:
https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *