Mon. Sep 23rd, 2019

9 Kontainer Barang Impor Tanpa Izin Senilai Rp 8 Miliar Dimusnahkan di Surabaya

9 Container of Imported Goods without Permit Worth Rp 8 Billion Destroyed in Surabaya

container

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) melakukan pemusnahan terhadap barang hasil temuan impor yang tidak sesuai izin di komplek pergudagan Tambak Langgon, Osowilangsun, Surabaya, Selasa(10/9/2019). Barang-barang impor yang dimusnahkan itu nilainya mencapai Rp 8 miliar.

Mulanya, barang-barang impor itu merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) periode Januari hingga Agustus 2019 di wilayah Jawa Timur.

Dirjen PKTN Veri Anggrijono mengatakan kegiatan pemusnahan barang-barang impor ilegal ini merupakan kegiatan pengawasan dari importasi post border.

Veri menjelaskan lebih lanjut bahwa per Februari 2018 pengawasan yang dilakukan bergeser dari border dan post border dalam rangka memberi kemudahan bagi para pelaku usaha. Akan tetapi, sebutnya, pelaku usaha ini memanfaatkan kemudahan atau kebijakan yang diberikan oleh pemerintah.

Veri menambahkan barang-barang impor ilegal yang disita dan dimusnahkan itu terdiri dari raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas dengan muatan total sebanyak 9 kontainer. Pelanggaran dalam kasus ini ditujukan pada importir terkait kelengkapan izin impor yang tidak sesuai dengan ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor, diantaranya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor.
Dia menyebut rata-rata barang-barang impor tersebut berasal dari China.

Veri menambahkan, barang-barang impor tersebut didapatkan dari enam importir asal Surabaya. Sanksi awal dilakukan berupa pemusnahan barang-barang impor ilegal. Langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap importir yang nakal.
Mengenai bentuk hukuman, Veri menyebut, dalam undang-undang perlindungan konsumen ada ancaman hukuman yakni 5 tahun kurungan dan denda sebesar Rp 2 miliar. Diluar itu ada juga undang-undang perdagangan.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *