90 klaster Covid-19 perkantoran Jakarta, pembatasan 50 Persen karyawan akan dievaluasi

People's Wear Mask

90 klaster Covid-19 perkantoran Jakarta, pembatasan 50 Persen karyawan akan dievaluasi

Ada 90 kantor di Jakarta yang menjadi klaster penyebaran virus corona (Covid-19) saat ini dengan 459 orang positif virus corona.Per hari ini, Rabu (29/7/2020), secara total DKI Jakarta mengalami penambahan kasus positif virus corona sebanyak 584 kasus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansah mengaku bakal mengevaluasi kebijakan pembatasan 50 persen karyawan yang bekerja di kantor selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.”Evaluasi secara keseluruhan, nanti di tingkat pemerintah provinsi DKI,” kata Andri di Kantor Disnaker, Rabu (29/7).

Sebelumnya, anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah merekomendasikan agar perusahaan atau perkantoran lebih baik menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, Dewi juga merekomendasikan agar kapasitas kantor hanya 25 persen. Ini agar karyawan benar-benar bisa menjaga jarak aman selama bekerja.

“Kalau harus masuk (kantor) kapasitasnya jangan lebih dari 50 persen, kalau bisa 25 persen lebih bagus, supaya bisa jaga jarak dengan baik, kepadatan di kantor bisa dikurangi,” jelas Dewi di kantor BNPB.

Pemprov DKI menargetkan minimal 10 ribu pemeriksaan sampel per minggu. Pekan lalu, sebanyak 43 ribu pemeriksaan sampel dilakukan dengan persentase positif 6,3 persen.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani mengusulkan agar Pemprov DKI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perkantoran dan perusahaan di Jakarta.Usulan ini tak lepas dari munculnya klaster penyebaran Covid-19 di perkantoran dalam beberapa waktu terakhir.

Zita khawatir, perkantoran maupun karyawan tak menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan sehingga bakal semakin banyak yang tertular virus corona.

Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai bahwa masyarakat saat ini sudah menganggap “kondisi normal” sehingga banyak yang melanggar protokol kesehatan.

Zita setuju jika ada perkantoran yang melanggar perotokol kesehatan harus dilakukan penutupan sementara. Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data klaster Corona di DKI Jakarta secara total ada 613 klaster yang terdiri dari perkantoran, pasar, hingga rumah ibadah.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *