Alasan pemerintah datangkan 500 TKA China ke Indonesia, bagaimana kelanjutannya?

TKA

Alasan pemerintah datangkan 500 TKA China ke Indonesia, bagaimana kelanjutannya?

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi membeberkan alasan pemerintah yang berencana mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) China ke Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, rencana kedatangan 500 TKA asal China di tengah pandemi Corona memicu polemik.Menurut Jodi, kehadiran TKA tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

Jodi mengungkapkan teknologi RKEF China, bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Dengan adanya teknologi ini juga dapat menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.

“Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing,” kata Jodi dalam keterangannya seperti dikutip Merdeka, Kamis (28/5).

Selain itu, ia menekankan, kehadiran TKA asal China tersebut juga tidak akan menggerus tenaga kerja berasal dari dalam negeri. Menurutnya TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari tenaga kerja lokal, tapi justru untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal, karena ketika sudah mulai beroperasi, tenaga kerja lokal akan mayoritas.

Ia mencontohkan IMIP yang ada di Morowali, saat ini mayoritas sudah beroperasi secara penuh, walaupun masih ada sedikit progress pembangunan fasilitas hilirisasi nikel yang sedang dikembangkan. Pihaknya mencatat, tenaga kerja lokal di sana saat ini adalah 39.500 sementara yang TKA ada 5.500. Jadi jumlah TKA kira-kira hanya 12 persen dari total pekerja,

Contoh lainnya, terjadi di Weda Bay, yang saat ini sebagian besar masih dalam fase konstruksi, jumlah tenaga kerja adalah 8.900 orang, dengan tenaga kerja lokal sebesar 7.700 dan TKA 1.200.

Kendati demikian, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akhirnya memutuskan menunda rencana kedatangan 500 TKA asal China ke Konawe, Sulawesi Tenggara sampai wilayah Tanah Air dinyatakan aman dari pandemi virus corona. Keputusan ini menindaklanjuti polemik yang terjadi di tataran masyarakat.

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, R. Soes Hindharno mengatakan, penundaan ini telah memperhatikan usulan dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Khususnya pandangan Gubernur Sulawesi Tenggara dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara yang telah disampaikan melalui surat resmi.

Sebelumnya, rencana kedatangan 500 TKA dari China ke Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga saat ini masih dalam pembahasan. Gubernur dan DPRD Sultra meminta rencana kedatangan TKA di tengah pandemi ditunda bahkan dibatalkan.

External Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, membeberkan alasan perusahaan mendatangkan 500 TKA tersebut yang akan dipekerjakan di PT VDNI dan PT OSS. Menurutnya, 500 TKA tersebut memiliki keahlian khusus.

“500 TKA itu adalah karyawan kontraktor yang mempunyai skill untuk memasang alat produksi kami,” kata Indrayanto, Sabtu (9/5/2020).Ditegaskannya, kedatangan 500 TKA itu paling lama selama 6 bulan di perusahaan karena banyaknya alat konstruksi yang akan dipasang.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang National:
https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *