Banyak siswa masih kesulitan belajar secara daring, DMI minta masjid pasang wifi gratis untuk belajar siswa

Women Taking Quran Class

Banyak siswa masih kesulitan belajar secara daring, DMI minta masjid pasang wifi gratis untuk belajar siswa

Seperti diketahui, daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah terhadap kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia, sekolah-sekolah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut para siswa dan guru diharuskan melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah secara daring.

Akan tetapi, proses belajar-mengajar tersebut ternyata berpengaruh pada pembelajaran itu sendiri. Mulai dari tempat, kondisi dan jaringan internet sebagai penghubungnya.

Bedasarkan hasil Survei Cepat Pembelajaran Dari Rumah dalam Masa Pencegahan Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada April 2020 menunjukkan guru yang memberikan pembelajaran dari rumah juga mengalami hambatan. Pertama, hambatan jaringan internet yang kurang memadai. Kedua, guru juga mengalami kesulitan dalam mengamati perkembangan siswa selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hambatan lain yang dihadapi para guru yakni banyak siswa yang merasa kesulitan melaksanakan pembelajaran dari rumah. Guru sulit berkoordinasi dengan orang tua siswa. Belum mampu mengoptimalkan mesin digital. Ditambah lagi dengan tidak adanya perlengkapan yang dibutuhkan seperti laptop atau computer serta jaringan internet.

Melihat hal tersebut, ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Natsir Zubaidi mengajak masjid memasang WIFI untuk akses belajar online siswa selama pandemi virus corona.Dengan pemasangan wifi tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak sekolah yang kini diharuskan belajar jarak jauh. Sementara fasilitas mereka belum memadai.

“Masjid hendaknya bisa memasang wifi guna bantu anak usia sekolah untuk belajar di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Natsir dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.Menurut dia, Indonesia memiliki wilayah yang begitu luas sehingga terjadi disparitas fasilitas jaringan internet.Maka, masjid di Indonesia agar berperan untuk membantu para siswa yang memiliki keterbatasan akses.

“Masjid yang jumlahnya sekitar 850 ribu itu bisa membantu memberikan fasilitas belajar mengajar baik kepada siswa maupun kepada relawan pegiat pendidikan,” kata dia.Dia mengatakan beberapa masjid di Indonesia memiliki kemampuan memasang WiFi gratis. Bahkan, sejumlah masjid menyediakan komputer dan stasiun pengisian daya ponsel (charging station) bagi anak usia belajar.

Natsir mengatakan saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan remaja aktif dan mencintai masjid dengan memberikan fasilitas kepada pusat minat mereka sehingga selain belajar mereka juga bisa beribadah dan berdoa. Dia menambahkan, tanggung jawab pendidikan misalnya dengan instrumen wifi tersebut merupakan peran masyarakat dalam konteks tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *