Baru Makan Perut Masih Merasa Lapar, Perhatikan Hal Berikut

New Eating Stomach Still Feeling Hungry, Pay Attention to the Following

feeling hungry

Mungkin sebagian banyak orang pernah mengalami ketika perut masih minta diisi meski belum lama sepiring nasi dengan lauk pauk lengkap sudah disantap.

Tak sedikit orang yang merasa dirinya lapar tanpa henti dan tetap muncul walaupun perut baru saja diisi. Oleh karena itu, tak semuanya rasa lapar berasal dari perut yang meronta.

Berdasarkan keteragnan Psikolog Susan Albers, bahwa manusia dikelilingi makanan selama 24 jam dan dibanjiri rasa stres serta emosi. Mayoritas, sebutnya, semua kegiatan makan dipicu emosi.

Saat emosi terus memicu, maka rasa lapar tak kunjung hilang. Selain emosi, beberapa hal juga menyebabkan rasa lapar tak kunjung berhenti. Berikut 6 hal lainnya mengutip dari jurnal kesehatan Prevention.

1. Makan tidak kenyang
Munculnya rasa lapar setelah makan bisa disebabkan oleh asupan makanan yang kurang lengkap. Ahli gizi Alexandra Sowa mengatakan, untuk merasa kenyang lebih lama, perlu menyertakan beragam nutrisi pada makanan termasuk protein, lemak sehat, dan serat. Misalnya, sayuran dan oatmeal.

2. Stres
Stres yang melanda membuat tubuh bereaksi dengan rasa lapar. Sowa menyebut, saat kondisi seseorang dilanda stres, terjadi peningkatan pada produksi hormon kortisol dan grelin hingga akhirnya menimbulkan rasa lapar.

Mereka yang lapar karena stres umumnya akan mencari makanan dengan kandungan karbohidrat. 

Albers menyarankan untuk melakukan relaksasi lebih dulu atau dengan berjalan-jalan di area hijau untuk menghindari aktivitas makan yang dipicu stres.

3. Rajin melihat unggahan foto makanan
Seringkali menengok ragam foto makanan di media sosial hanya akan membuat Anda lapar dan hal ini dibenarkan dari sejumlah riset.

Albers menyebut ketika melihat foto makanan itu maka Anda akan mulai membayangkan seperti aroma dan rasa, yang membuat Anda semakin menginginkannya.

4. Makan terburu-buru

Kebiasaan makan terburu-buru seperti makan roti sembari menyetir, atau makan dengan mengunyah buru-bur karena takut telat kerja, akan membuat rasa lapar melanda bebrapa waktu setelahnya.

Berdasarkan riset, ketika mengonsumsi sereal seraya berjalan, lalu pada sat menyantap makanan berikutnya dengan kalori lima kali lebih banyak.

Untuk itu, Albers menyarankan agar mengambil waktu santai dan rileksasi sebelum memulai aktivitas makan.

5. Rasa bosan
Terdapat hubungan antara rasa bosan seseorang dengan kebiasaan makan yang buruk. Saat semua orang merasa sibuk dan tak bisa diajak makan bareng, Anda akan cenderung mencari makan sebagai pengganti teman.

Albers mengingatkan untuk bisa membedakan antara rasa lapar dan rasa bosan. Sebab saat merasa bosan, sebetulnya Anda tidak benar-benar lapar untuk sesuatu yang spesifik.

6. Resistensi insulin
Rasa lapar menerus ternyata juga terjadi akibat kondisi resistensi insulin. Untuk kondisi ini, mengarah pada penyakit diabetes tipe-2.

Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin sebagaimana semestinya. Sowa menjelaskan, pankreas akan memompa lebih banyak insulin untuk menyerap glukosa yang apda akhirnya mendorong tubuh untuk makan lebih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *