Bendera partainya dibakar ketika aksi demon menolak RUU HIP, PDIP akan mengambil tindakan hukum

PDI_Perjuangan

Bendera partainya dibakar ketika aksi demon menolak RUU HIP, PDIP akan mengambil tindakan hukum

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) masih terus bergulir dan menjadi sorotan publik. Termasuk RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang kini muncul sebagai polemik baru. Meski pembahasan RUU HIP telah ditunda, namun kontroversi tentang RUU ini masih terus terjadi.

Hingga puncaknya, pada Rabu (24/6/2020), ribuan orang mengikuti aksi penolakan RUU HIP di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Seperti diketahui, dalam Catatan Rapat Badan Legislasi Pengambilan Keputusan atas Penyusunan Rancanangan Undang-Undang Tentang Haluan Ideologi Pancasila, 22 April 2020, RUU HIP merupakan usulan DPR RI dan ditetapkan dalam Prolegnas RUU Prioritas 2020.

Usulan RUU tersebut dilatarbelakangi oleh belum adanya landasan hukum yang mengatur Haluan Ideologi Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi ini menimbulkan kecaman keras dari sejumlah pihak karen dianggap tak memiliki urgensi, dan banyak pihak menilai RUU HIP berpotensi menimbulkan konflik ideologi.

Dalam demo kemarin di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, terjadi pembakaran bendera saat aksi menolak RUU HIP.Terdapat video yang beredar, di mana terlihat dua jenis bendera yang dibakar, yaitu bendera PDIP dan bendera bergambar palu dan arit yang melambangkan komunisme.

Aksi demonstrasi ini dilakukan sejumlah organisasi massa (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI). Mereka memprotes pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU HIP. Aliansi ini menilai RUU HIP bisa menghidupkan lagi komunisme di Indonesia.

Ormas yang tercatat masuk dalam aliansi tersebut antara lain Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) UlamaPDIP merespons aksi pembakaran bendera partai saat aksi tolak RUU HIP tersebut dengan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

“PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Hasto menyebut pihaknya sangat menyesal terdapat oknum-oknum yang melakukan aksi pembakaran bendera itu. Menurutnya, ada oknum yang sengaja memancing keributan.

“Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi” kata Hasto.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan, mengaku sama sekali tak melihat aksi pembakaran bendera PDIP saat demo berlangsung di depan Gedung DPR itu. Ia mengaku, pihaknya akan segera mengusut kasus itu.”Lagi diusut juga. Takutnya ada penyusup yang suka adu domba,” ujar Haikal.

Haikal menyebut PA 212 sama sekali tidak ada agenda terkait pembakaran bendera PDIP, di mana pihaknya telah mengkondisikan massa untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berdampak pada perpecahan bangsa.

Sementara itu, Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi mengatakan pihaknya tak pernah merencanakan pembakaran bendera PDIP. Dia mengklaim aksi pembakaran bendera PDIP tersebut karena spontanitas dari massa yang hadir.

Terkait respons dari PDIP, Edy tak mempermasalahkan jika partai Banteng tesebut menempuh jalur hukum karena pembakaran bendera yang terjadi di demo Rabu kemarin. Ia hanya menekankan aksi pembakaran bendera PDIP itu sama sekali tidak direncanakan sejak awal.

“Kalau mau ke jalur hukum terserah itu hak masing-masing, monggo silahkan. Tapi yang perlu digarisbawahi itu accident bukan by design, bukan direncanakan oleh panitia,” ujarnya.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politics:
https://www.indonesianupdates.com/category/political/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *