BNN ungkap ganja dalam brownies dan permen jelly

Ganja brownies

BNN ungkap ganja dalam brownies dan permen jelly

Seorang pemuda asal Kelurahan Demaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Franky Ervan Setiawan (24), diringkus aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)Jateng dan Satresnarkoba Polres Jepara setelah kedapatan berbisnis kue dengan campuran narkoba jenis ganja.

Mantan bartender ini meracik ganja sedemikian rupa hingga menyatu dalam adonan kue brownies dan pukis dagangannya untuk dijual ke berbagai kota di Indonesia melalui akun Instagram dan jual beli daring.

Bisnis haram tersebut diketahui BNNP Jawa Tengah dari pengiriman ganja dari Makasar sebanyak 6,1 gram melalui jasa pengiriman. Franky memesan ganja melalui toko online yang dikirim ke rumahnya dari aplikasi instagram dengan ID sativaindica.id dengan nama pengguna Sativa Indica pada 16 Juli 2020.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan oleh petugas, daun ganja kering seberat 6,1 gram yang dibeli Rp 1,2 juta tersebut ternyata akan digunakan tersangka sebagai bahan baku brownies ganja.

“Setelah digeledah di rumahnya, kami temukan lima paket brownies ganja siap edar,” kata Benny saat jumpa pers di Mapolres Jepara, Kamis (30/7/2020).

Menurut keterangan tersangka, menikmati sepotong brownies ganja racikanya serupa efeknya dengan mengisap ganja. “Efeknya seperti mengisap ganja. Saya pernah mencobanya bikin rileks,” tutur Franky.

Dia mengaku sudah menjalankan bisnis jual kue ganja selama empat bulan. Tiap paket berisi enam potong kue dijual Rp400 ribu. Untuk menjual kue ganja ini, Franky mengaku belajar dari yuotube terkait cara membuat kue.

Akibat perbuatannya Franky diancam dengan pasal 111 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan acaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda Rp800 juta.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap modus baru peredaran narkoba jenis ganja atau Tetrahdyrocanabinol (THC), yakni ganja berbentuk permen jelly.

Permen ganja tersebut berasal dari Inggris dan disita dari seorang warga negara Indonesia berinisial AH pada tanggal 20 Juli 2020 di daerah Batu Ceper, Jakarta Pusat.

“Adanya kiriman yang mengandung narkotika berasal dari Inggris. Kemudian kita lakukan pemeriksaan dan pengiriman kepada alamat, dan ternyata betul ada satu orang warga negara Indonesia yang memesan narkotika jenis Tetrahydrocannabinol untuk dikonsumsi sendiri. Varian ini ternyata baru sekali kita temukan di Indonesia, yaitu berupa permen, yang kalau kita masukkan ke dalam mulut, dia akan luber,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari, Kamis 30 Juli 2020.

BNN berhasil menyita ganja berbentuk permen tersebut seberat 60 gram dari tangan tersangka. Permen ganja yang disita berwarna menarik agar bisa mengelabui petugas. Tersangka AH sudah ditahan oleh BNN namun dalam kondisi sakit dan dalam perawatan.

“itu sementara tidak terlalu banyak, sekitar 60 gram, hampir satu ons,yang kita temukan ini warna kuning, hijau cerah dan ada pink. Ini sangat menarik,”ujar Arman. Barang bukti yang disita dari AH saat ini sedang disimpan dalam laboratorium BNN untuk diteliti lebih lanjut.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *