Buronan masing-masing negara tertangkap, Polri dan US Marshals akan lakukan barter buron

Polri

Buronan masing-masing negara tertangkap, Polri dan US Marshals akan lakukan barter buron

Polri akan memulangkan dua buronan Indonesia, yakni Indra Budiman dan Sai Ngo NG, yang tertangkap di Amerika Serikat (AS). Proses deportasi dilakukan dengan cara pertukaran buronan AS Marcus Beam yang tertangkap di Bali.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, pertukaran buronan merupakan hasil kesepakatan antara Atase Polri KBRI Washington DC dengan US Marshals Service (US MS), lembaga tingkat federal di Amerika.

“US Marshall Service bersedia membantu memulangkan dua buronan Indonesia atas nama Indra Budiman alias IB dan Sai Ngo NG alias SNN dengan imbalan satu buronan US Marshall Service atas nama Marcus Beam yang diduga berada di Indonesia,” ujar Awi kepada wartawan, Rabu, 5 Agustus.

Marcus yang merupakan buronan interpol dengan red notice nomor A1830/2 2020 tersebut ditangkap di Villa 2B Gang Flamboyan, Jalan Raya Grobogan, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Kamis, 23 Juli 2020.

Marcus merupakan tersangka dalam kasus penipuan investasi sebesar 500 ribu dolar AS di Chicago, AS mulai dari Maret 2015 sampai Oktober 2019. Diketahui ia juga membuat film porno di Bali untuk mendapatkan uang.Awi mengatakan Marcus Beam masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor atas nama De Mario Corner.

Sementara Indra Budiman merupakan tersangka dalam kasus penipuan dan pencucian uang terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali. Ia ditangkap di California oleh US Marshals Service. Bersama mitranya ia melakukan penipuan dengan membuat perusahaan konsultan properti PT Royal Premier Internasional, yang menjual apartemen dan condotel dengan harga satu miliar rupiah.

Dua belas properti yang dijual, ditawarkan dengan program investasi emas dan asuransi, dengan iming-iming balik modal pada tahun ke sepuluh dan kelima belas.  Ada juga tawaran “cash back” sebesar dua persen dan hadiah kendaraan mewah kepada para nasabah.Mereka melakukan kontrak pembelian atas nama korban, namun tidak pernah membayarkan sepenuhnya uang para nasabah.

Sedangkan, Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR (Kredit Usaha Rakyat) fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi Jakarta medio 2011-2012. Dirinya diringkus di Texas. “Hasil (koordinasi) menyetujui untuk mempertimbangkan langkah deportasi dengan jaminan resiprositas dari pemerintah Amerika Serikat,” kata Awi.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *