Demonstran Hong Kong Gelar Perayaan Usai Donald Trump Teken RUU yang Beri Dukungan Mereka

Hong Kong Demonstrators Hold Celebration After Donald Trump Signs a Bill Providing Their Support

Foto Amerika Serikat Donald Trump untuk menandatangani dua tagihan disambut oleh demonstran pro-demokrasi di Hong Kong

Amerika Serikat Donald Trump untuk menandatangani dua tagihan disambut oleh demonstran pro-demokrasi di Hong Kong

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU), disambut baik oleh para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Mereka turun ke alun-alun di pusat kota Hong Kong untuk merayakannya.

Dikutip dari Associated Press dan CNN, Jumat (29/11), ribuan demonstran pro-demokrasi Hong Kong memadati alun-alun di pusat kota pada Kamis (28/11) malam waktu setempat. Aksi tersebut merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada AS untuk dua RUU yang mendukung penegakan HAM di Hong Kong.

Mereka tampak melambaikan bendera AS dan membawa poster bertuliskan ucapan terima kasih kepada Trump dan AS. Selain itu, para demonstran juga bersumpah akan ‘terus maju’ dalam perjuangannya untuk menuntut reformasi politik dan tuntutan lainnya di Hong Kong.

Setelah Trump menandatangani dua RUU soal Hong Kong pada Rabu (27/11) lalu, para aktivis dan politikus pro-demokrasi di Hong Kong juga ikut dalam perayaan via online. Salah satunya adalah mantan anggota parlemen Hong Kong, yakni Nathan Law yang menyebut hal itu sebagai ‘hadiah Thanksgiving yang tepat waktu’.

Untuk diketahui, Thanksgiving merupakan momen mengucap syukur atas hasil panen dan apa yang terjadi setahun sebelumnya. Hingga kini, Thanksgiving yang menjadi hari libur federal di Amerika Serikat, biasanya dirayakan setiap hari Kamis keempat pada bulan November di AS dan tahun ini Thanksgiving jatuh pada tanggal 28 November.

Sebagai aktivis pro-demokrasi terkemuka di Hong Kong, Joshua Wong menyatakan kepada demonstran yang hadir dalam aksi massa pada Kamis (28/11) malam bahwa tujuan selanjutnya adalah memperluas dukungan global dengan membuat Inggris dan negara-negara Barat lainnya mengikuti langkah AS.

Diketahui Wong adalah salah satu aktivis yang intensif dalam melobi Kongres AS untuk meloloskan RUU yang mendukung penegakan HAM di Hong Kong. Keputusan Trump dalam menandatangani RUU tersebut, Wong mengakui itu luar biasa karena HAM menang atas perundingan dagang AS-China, yang diwarnai perang dagang kedua negara.

Aktivis pro-demokrasi Hong Kong lainnya, Denise Ho, melalui akun twitternya juga berterima kasih pada Kongres AS untuk diloloskannya dua RUU itu.

Penandatanganan dua RUU tersebut mendapat dukungan kuat dari Kongres AS, baik dari House of Representatives (DPR) maupun Senat. Salah satu RUU yang bernama Hong Kong Human Rights and Democracy Act mewajibkan Trump untuk meninjau status perdagangan khusus yang diberikan kepada Hong Kong. Peninjauan ini dilakukan scara rutin setiap tahun. RUU ini juga mengancam akan mencabut status tersebut jika kebebasan di wilayah semi-otonomi itu tergerus.

Sedangkan satu RUU lainnya, mengatur larangan penjualan atau ekspor gas air mata, peluru karet dan perlengkapan lainnya yang digunakan oleh pasukan keamanan Hong Kong untuk melawan para demonstran pro-demokrasi.

Trump menyebut bahwa dirinya meneken RUU itu untuk menghormati Presiden China Xi Jinping, China, dan rakyat Hong Kong. Selain itu, dirinya juga berharap agar ‘para pemimpin dan perwakilan China dan Hong Kong mampu menyelesaikan perbedaan mereka secara damai’.

Dilain sisi, hal ini memancing kemarahan China yang menyebutnya sebagai ‘aksi hegemoni secara terang-terangan’. Menurut Kementerian Luar Negeri China, dalam urusan Hong Kong, hal itu adalah campur tangan parah yang mana merupakan urusan internal China. Disamping itu, hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran yang serius terhadap hukum international dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional. Tak hanya China, pemerintah Hong Kong sendiri menyampaikan rasa ‘penyesalan’ atas ditekennya RUU yang disebut sebagai ‘undang-undang yang jelas mencampuri urusan internal Hong Kong. Langkah AS ini menurut salah seorang pejabat Hong Kong dinilai akan ‘mengirimkan pesan yang salah kepada para demonstran’.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/political/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *