Thu. Aug 22nd, 2019

Di akhir tahun, Indosat Ooredoo mencoba meningkatkan area cakupan 4G Maksimal.

In the year-end, Indosat Ooredoo tries to increase the Maximum 4G coverage area.

4G1

Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo strategi untuk berinvestasi Rp2 triliun (US $ 140,5 juta) untuk meningkatkan cakupan 4G nasional dari 81 persen menjadi 90 persen dari 264 juta orang pada akhir tahun.

Kepala pelaksana Vikram Sinha menyatakan Indosat Ooredoo akan menambah 18.000 base transceiver station (BTS), terutama di daerah-daerah di samping Jawa, untuk mendukung rencana perpanjangan.

Sementara itu, CEO Ahmad Abdulaziz Al-Neama menyatakan pada hari Jumat pada konferensi pers di kantor pusat perusahaan di Jakarta bahwa cakupan 4G yang luas dan dapat diandalkan diperlukan sebelum perusahaan dapat mulai mengembangkan cakupan 5G yang lebih maju.

“Tujuan utama saya adalah untuk menumbuhkan dan mempercepat rencana 4G,” kata Al-Neama, menambahkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan mungkin Indonesia dipersiapkan untuk 5G. Dia menyatakan bahwa Indosat akan menindaklanjutinya sementara frekuensi 5G ditetapkan di Indonesia.

Mitra keuangan menunjuk Al-Neama sebagai CEO Indosat Ooredoo pada pertemuan besar pada Agustus. 1 untuk bertukar mantan CEO Chris Kanter, yang mengundurkan diri pada bulan Mei.

Kementerian Telekomunikasi dan Informasi (Kominfo) mengatakan tahun lalu bahwa pihaknya bersiap untuk mengadakan lelang frekuensi 5G pada tahun 2022.

Kementerian sedang menangani masalah ini tetapi tampaknya tidak memprioritaskan jaringan 5G.

Teknologi komunikasi 5G (generasi kelima) diharapkan memberikan pengalaman internet yang mulus dan penurunan latensi komunikasi perangkat kepada pengguna.

Indosat Ooredoo mengoperasikan 22.015 4G BTS di 422 kota. Perusahaan ini melayani 53,3 juta anggota selama kuartal pertama, penurunan tahun ke tahun sebesar 44, 6 persen karena peraturan pemerintah tentang pendaftaran nomor ponsel, katanya.

Indosat Ooredoo adalah 65 persen dimiliki oleh Ooredoo Asia yang berkantor pusat di Singapura, yang merupakan bagian dari Ooredoo QSC, perusahaan telekomunikasi seluruh dunia Qatar yang beroperasi di 10 negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *