Diet Ketofastosis, Diklaim Lebih Maksimal Turnkan Berat Badan

Ketofastosis Diet, Claimed More Maximum Turn Weight

weight loss

Diet keto saat ini kian populer. Sejumlah orang yang melakukan diet jenis ini mengaku merasakan manfaat seperti penurunan berat badan yang cukup banyak setelah mengurangi karbohidrat yang dikonsumsi. Di tengah kepopulerannya itu, diet keto kini memiliki ‘kembaran’ diet bernama diet ketofastosis.

Diet ketofastosis ini merupakan perpaduan antara diet keto dan fastosis. Diet keto ialah diet dengan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Sedangkan fastosis yaitu singkatan dari fasting on ketosis atau yang berarti puasa dalam keadaan ketosis.

Mengutip Healthline, dalam keadaan biasa, tubuh menggunakan karbohidrat untuk dijadikan bahan bakar penghasil energi. Namun dalam keadaan ketosis, bahan bakar yang bakal digunakan tubuh adalah lemak, termasuk lemak ‘membandel’ dalam tubuh. Dengan kondisi ini, tubuh akan ‘dipaksa’ mengasup lebih banyak lemak ketimbang karbohidrat.
Puasa yang dilakukan pada diet ketofastosis ini ada beberapa metode, salah satu yang populer ialah metode 16/8. Metode puasa ini, Anda boleh makan selama 8 jam sebelum berpuasa selama 16 jam. Metode ini mirip dengan diet OCD.

Kombinasi diet dan puasa fastosis membuat tubuh kehilangan lebih banyak lemak yang membuat efek ‘langsing’ langsung terasa, ketimbang bila hanya menjalankan diet saja atau puasa saja.

Klaim tersebut dibuktikan dalam sebuah studi selama delapan minggu yang dilakukan pada 34 pria. Lewat metode puasa fastosis 16/8, mereka berhasil mengurangi lemak 14 persen lebih banyak ketimbang mereka yang menjalani pola makan normal. Berdasarkan tinjauan dari 28 studi juga menyebutkan, pelaku diet ketofastosis kehilangan 3,3 kilogram lebih banyak lemak ketimbang mereka yang melakukan diet rendah kalori.

Selain itu, melakukan puasa fastosis membuat diet keto menjadi lebih maksimal, dengan cara meningkatkan energi serta mempertahankan masa otot. Bila dilakukan dengan benar, diet ketofastosis juga bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk cepat merasa kenyang.

Pada orang sehat, diet ketofastosis yang dilakukan dengan benar dalam kurun waktu tertentu umumnya tak menimbulkan efek samping pada kesehatan. Namun, efek yang diberikan di hari-hari pertama menjalankan diet ini, seperti kelelahan, cepat marah, atau makan berlebihan di hari-hari ketika tidak berpuasa. Hal itu dianggap sebagai bentuk adaptasi tubuh dalam mengatur metabolisme.
Namun, diet ketofastosis tidak disarankan untuk wanita hamil, orang dengan kondisi kesehatan tertentu misal diabetes atau penyakit jantung. Sebelum melakukan diet ketofastosis sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Termasuk untuk melakukannya dalam jangka panjang.

Dalam studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Eropa di Munich, Jerman, oleh Prof. Maciej Banach dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia menjelaskan terdapat hubungan antara diet rendah karbohidrat dalam jangka panjang dengan menurunnya kondisi kesehatan. Bahkan meningkatkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *