Erdogan Sebut Mimpi AS Tak Akan Jadi Nyata

Erdogan Sebut Mimpi AS Tak Akan Jadi Nyata

Diketahui pada 29 Januari lalu, Trump mengungkapkan rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu. Proposal perdamaian itu salah satunya berisi poin menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tanpa terbagi. Selain itu, ada juga poin usulan negara Palestina yang merdeka dan pengakuan kedaulatan Israel atas permukiman Tepi Barat.

Menanggapi pernyataan tersebut Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki tidak akan membiarkan implementasi rencana perdamaian Timur Tengah rancangan pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Apa yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tidak lebih dari mimpi yang mengancam perdamaian di kawasan itu,” kata Erdogan Minggu (09/2).

“Kami tidak akan membiarkan mimpi itu menjadi kenyataan,” lanjut Erdogan dalam sebuah pernyataan yang dirilis di sela-sela Konferensi Ketiga Platform Yerusalem Antar-Parlemen di Malaysia.

Menurutnya Erdogan, Yerusalem adalah “garis merah” bagi Turki dan Ankara tidak akan membiarkan Israel membenarkan pendudukan dan penganiayaannya terhadap Palestina.

“Turki tidak akan pernah tinggal diam pada aneksasi Yerusalem atau mengabaikan saudara-saudara Palestina dalam pertempuran ini,” ujarnya.

Meski memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Namun, hubungan Turki di bawah kekuasaan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partainya Erdogan— tersebut tidak nyaman. Hal itu karena, Israel menuduh pemerintah Turki membantu dan mendukung Hamas yang oleh rezim Zionis dianggap sebagai kelompok teroris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *