Sun. Aug 18th, 2019

FLPP Kian Tipis, 4 Perusahaan Berikut Bekerja Sama Cari Solusi

FLPP Is Increasingly Thin, The Following 4 Companies Work Together to Find Solutions

hime1

Kian menipisnya kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, memicu keempat perusahaan ini untuk bekerja sama mencari terobosan dan solusi baru.
Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan bahwa pihaknya menggandeng DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), selaku penyeleksi developer. Lalu, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), untuk menjalankan fungsi pendanaan. Terakhir, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim), yang menjadi BPD starter. Keempatnya mencoba untuk bersinergi model bisnis segi empat.
Randi berharap kerja sama itu bisa menciptakan solusi pembayaran baru dengan bunga yang tetap rendah. Sehingga MBR bisa memiliki perumahan yang tetap sesuai dengan program yang dijalankan pemerintah.
Lebih lanjut, Randi mengungkapkan nantinya bakal lebih banyak channel yang bisa diakses untuk MBR, tidak hanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) saja.
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Ferdian Timur Satyagraha mengharapkan program ini bisa segera dilaksanakan. Bank Jatim menargetkan untuk bisa menyediakan 500—1.000 rumah lewat program tersebut. Namun, untuk jumlah pastinya menunggu dari keputusan Kementerian Keuangan.
Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa kerja sama ini bisa menjadi skema pembiayaan baru. Selama ini ada tiga sistem pembiayaan yg dikenal, yakni FLPP, SSB [subsidi selisih bunga], dan BP2BT [bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan].
Untuk itu Soelaeman mengatakan, pihaknya bersama ketiga perusahaan lainnya, mencari alternatif yang keempat di luar bantuan pemerintah, yang memungkinkan bunganya lebih rendah.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *