Google Jadi PKP dan Pungut PPN, Facebook Disarankan Mengikuti Langkah Tersebut

Google Becomes PKP and VAT Collections, Facebook Is Recommended To Follow These Steps

google and facebook

Setelah Google Indonesia menjadi pengusaha kena pajak atau PKP, kini perusahaan over the top (OTT) seperti Facebook, Instagram, hingga Twitter juga disarankan mengikuti langkah tersebut.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan keputusan Google merupakan langkah maju yang menunjukkan kepatuhan perusahaan asing tersebut terhadap regulasi di Indonesia.
Prastowo menambahkan, dengan kompleksitas perpajakan saat ini dan masa yang akan datang, rencana revisi Undang-Undang PPN (Pajak Pertambahan Nilai) harus memasukkan supplier collection.
Dalam konsep ini, pihak penjual meski berbasis di luar negeri dapat dibebani kewajiban memungut pajak dan secara periodik dibayarkan ke pemerintah Indonesia.
Google Indonesia mulai mengenakan PPN sebesar 10 persen atas layanan iklan yang diberikan yang bakal diterapkan pada 1 Oktober 2019 mendatang.
Pengenaan PPN ini merupakan implikasi dari keputusan Google Asia Pacific Pte.Ltd yang memindahkan hak atas kontrak pengguna ke PT Google Indonesia. Hal itu disebutkan dalam surat elektronik yang ditujukan kepada sejumlah penggunanya.
Sebagai konsekuensinya, PT Google Indonesia akan terikat dengan persyaratan kontrak dan akan menagih invoice termasuk faktur pajak atas layanan yang diberikan.
Merujuk pengumuman tersebut, Google juga menegaskan bahwa PT Google Indonesia secara hukum mempunyai kewajiban untuk membebankan 10 persen biaya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atas layanannya.
Untuk itu, pihak Google meminta pengguna layanannya untuk memasukkan data NPWP, nama, dan alamat di akun Google yang cocok dengan detail pendaftaran pajak.
Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana mengatakan, kebijakan ini merupakan konsekuensi dari langkah perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat itu untuk memperluas dan berupaya memberikan layanan bagi pengguna di Indonesia.
Google juga terus berupaya meningkatkan layanannya dengan memodifikasi tagihan menggunakan mata uang lokal untuk memudahkan pelanggan produk iklan Google yang mendaftar dengan alamat penagihan di Indonesia.
Di lain pihak, otoritas pajak menyambut baik atas langkah yang diambil Google Indonesia untuk menjadi pengusaha kena pajak (PKP) dan memungut PPN atas penyerahan jasa yang dilakukan di Indonesia.
Dalam surat elektoniknya juga Google menegaskan adanya perubahan persyaratan Google Ads. Akan ada perubahan beberapa pasal dalam pada persyaratan Google Ads per 1 Oktober 2019 nanti.
Persyaratan Google Ads tersebut dipastikan perusahaan tidak akan menyebabkan gangguan pada layanan yang selama ini berlangsung.
Selain itu, mulai tanggal tersebut juga Google akan menghentikan dukungan terhadap pembayaran melalui American Express dan PayPal yang tidak bisa lagi dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *