Sun. Aug 18th, 2019

Hadiri Kongres PDIP, Prabowo Disambut Hangat dan Duduk di Kursi VVIP

Attending the PDIP Congress, Prabowo was Warmly Welcomed and Sitting in a VVIP Chair

prabowo11

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto turut hadir dalam pembukaan Kongres V PDIP yang berlangsung di Denpasar, Bali, Kamis (8/8). Kedatangan Prabowo di kongres itu, merupakan undangan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kedatangan bekas komandan jenderal Kopassus itu disambut dengan tarian pendet khas Bali secara massal dan diiringi lantunan gamelan.

Prabowo Subianto memang diundang secara khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat keduanya menggelar pertemuan di kediaman Mega di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Atas undangan itu, Prabowo pun menyanggupi permintaan tersebut.

Prabowo tampak duduk di kursi VVIP bersama Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri, serta Jusuf Kalla. Prabowo duduk di sebelah kiri wakil presiden terpilih Ma’ruf Amin. Sementara itu, ketua umum partai koalisi pendukung Jokowi tempat duduknya berada di bagian kiri di barisan yang sama dengan Prabowo.

Presiden Joko Widodo menyatakan, kehadiran Prabowo Subianto dalam Kongres V PDIP belum dapat disimpulkan sebagai kepastian dari Partai Gerindra bergabung dalam koalisi pemerintahannya.

Jokowi menyebut kemungkinan nanti ketika mereka bertemu akan membahas mengenai tambahan koalisi, atau yang berkaitan dengan posisi menteri.

Jokowi mengatakan, dalam dunia politik hal apa pun bisa terjadi, termasuk salah satunya soal koalisi dengan Prabowo Subianto. Namun, dia menekankan segala kemungkinan masih perlu dibicarakan dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kehadiran Prabowo sebagai bentuk penghormatan terhadap Megawati dan PDIP, juga untuk bersilaturahmi. Kendati demikian, Dahnil menyebut bahwa tak menutup kemungkinan adanya hal lain yang dibicarakan, termasuk dinamika pimpinan MPR.

Menurut Dahnil, pembicaraan antara Prabowo dan Mega pun akan sangat terbuka. Apalagi diketahui Prabowo dan Mega telah bersahabat sejak lama, ditambah dengan rekonsiliasi pascapilpres.

Sebelumnya, pernyataan muncul dari Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani yang menyebut adanya kemungkinan partai-partai politik bakal membahas paket kursi pimpinan MPR di sela-sela Kongres PDIP. Namun sejauh ini, sebutnya, belum ada kesepakatan dan pembahasan secara spesifik.

Sementara itu, pendamping Prabowo pada pilpres lalu, Sandiaga Uno menyarankan Prabowo agar tetap berada di oposisi pemerintahan. Tujuannya untuk membantu mengkaji kebijakan dari pemerintah dengan mengoreksi dan memberi masukan yang konstruktif. Bilamana semua ada di dalam pemerintahan, ia menilai peran koreksi tidak bisa optimal.

Dirinya mengakui, keputusan final untuk berkoalisi ataupun beroposisi tetap berada di tangan Gerindra dan PDIP. Namun, Sandi menegaskan, pada Pilpres 2019 lalu pendukung mereka telah memilih Prabowo-Sandi dan perlu dikanalisasi melalui oposisi. 

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *