Hasil Rekapitulasi Pemilu Sela Parlemen Filipina, Sekutu Duterte Menang Telak

The results of the Intermediate Election Recapitulation of the Philippine Parliament, Allied Duterte Win a landslide victory

Rodrigo Duterte

Sekutu politik Rodrigo Duterte menang telak dalam pemilihan umum sela parlemen Filipina. Dengan kemenangan ini sang presiden pun bisa melenggang dalam meloloskan sejumlah agenda kontroversialnya, salah satunya pemberlakuan kembali hukuman mati.

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir pemilu sela yang dirilis pada Rabu (22/5), para loyalis Duterte menguasai kursi di kedua badan dewan di Senat.

Dari 12 kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilu sela ini, pendukung Duterte berhasil merebut sembilan kursi, sementara tiga kursi lainnya didapatkan oleh kader tanpa aliansi politik.

Sementara itu, di tingkat Dewan Perwakilan para sekutu politik Duterte mampu menyapu bersih kursi yang diperebutkan.
Dengan hasil ini, kian menguatkan posisi Duterte yang memang sudah memiliki tingkat popularitas tinggi berkat janjinya dalam penguatan hukum di tengah negara rawan kejahatan tersebut.

Salah seorang analis politik Filipina, Ramon Casiple mengatakan, kemenangan ini merupakan sinyal jelas bahwa warga akan mendukungnya, termasuk dalam meloloskan undang-undang dan segala prosesnya yang sebelumnya agak tersendat.

Kubu oposisi menaruh kecurigaan Duterte akan mengubah pasal mengenai penetapan masa jabatan pemimpin Filipina yang hanya satu periode. Jika aturan itu benar-benar diubah, pemilu yang akan datang Duterte akan bisa berkompetisi lagi.

Analis politik Filipina lainnya, Richard Heydarian mengatakan, pemilu ini memberikan Duterte kekuasaan penuh untuk memaksakan sistem pemerintahannya dalam transformasi penuh sistem politik nasional.

Selain itu, salah satu agenda besar Duterte adalah menerapkan kembali hukuman mati di Filipina. Langkahnya itu dikecam oleh berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia.
Filipina sudah melarang penerapan hukuman mati pada 1987. Hukuman mati sempat diberlakukan kembali enam tahun kemudian, hukuman itu lantas dilarang lagi pada 2006.

Meskipun dikritik oleh berbagai kelompok pemerhati HAM, pendekatan keras Duterte ini malahan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Filipina yang sudah muak dengan tingkat kriminalitas tinggi dan menginginkan perubahan.

Janji-janji pemberantasan kriminalitas inilah yang menjadi salah satu faktor Duterte bisa menang dalam pemilu presiden pada 2016 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *