Thu. Aug 22nd, 2019

Hati-hati, Skoliosis Pada Anak Bisa Timbulkan Gangguan Pernapasan

Be careful, scoliosis in children can cause respiratory problems

scoliosis

Skoliosis atau kelainan tulang belakang bukan hanya berdampak pada kondisi tulang, yang menimbulkan pembengkokan tulang, akan tetapi bisa juga mengalami gangguan pernapasan.
Menurut dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Christa Adriane Tenges menjelaskan, gangguan pernapasan akibat skoliosis akan menimbulkan napas menjadi berat apabila derajat kemiringan tulang yang melebihi dari 50 derajat. Hal ini berdampak pada si anak cenderung mudah lelah.

Tulang belakang yang bengkok ini juga semakin lama akan menekan organ. Di mana rusuk yang bengkok akan menekan paru-paru. Si anak ketika bernapas, menarik dan mengembuskannya tidak bernapas sepenuhnya. Kondisi ini bakal mempengaruhi jantung nantinya.
Kasus skoliosis lebih banyak dialami oleh anak-anak. Penyebabnya, karena sedang masa tumbuh kembang. Apalagi, ketika anak memasuki masa pubertas, yang mana tulang tumbuh makin besar.

Ketika soliosis semakin besar atau di mana kondisi derajat kemiringan tulang belakang yang semakin bengkok, bisa menyebabkan masalah pernapasan dan kinerja jantung. Anak terkadang bisa merasakan pegal-pegal dan nyeri hebat, yang akan mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari.
Jika sudah mencapai titik ini, biasannya anak baru akan memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika dilihat badannya semakin miring sebelah.
Sebaiknya orang tua melakukan konsultasi dengan dokter untuk mencegah anak agar tidak mengalami skoliosis. Skrining awal bisa dilakukan sebelum anak masuk masa sekolah, sekitar usia 6-7 tahun.
Skrining ini dilakukan untuk pengecekan kondisi tulang anak, diantaranya, apakah bahunya tinggi sebelah, tulang belakang miring atau tidak, juga lebih panjang sebelah atau tidak.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *