Indonesia duduki peringkat 4 di Asia dengan kasus mencapai 100 ribu lebih, tes corona belum maksimal

Covid-19 Positive

Indonesia duduki peringkat 4 di Asia dengan kasus mencapai 100 ribu lebih, tes corona belum maksimal

Kasus positif virus corona (Covid-19) masih terus secara masif menyebar di setiap wilayah di Indonesia. Hari ini, Senin (27/07/2020), Indonesia menjadi negara keempat dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Asia.

Pasalnya, kasus positif di dalam negeri menurut data Kementerian Kesehatan hari ini telah mencapai 100.303 kasus. Dengan rincian sebagai berikut:

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.525 menjadi 100.303 kasus.

2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.518 menjadi 58.173 kasus.

3. Jumlah pasien meninggal bertambah 57 menjadi 4.838 kasus.

Begitu pun dengan zonasi risiko penyebaran virus corona di wilayah kabupaten/kota di Indonesia juga mengalami peningkatan. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memyatakan zona merah Covid-19 bertambah dari 35 menjadi 53 kabupaten/kota.

“Zonasi risiko per kabupaten/kota terjadi peningkatan persentase zona merah dari minggu lalu 6,81 persen menjadi 10,31 persen,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7).

Lalu, Wiku menyatakan kabupaten/kota zona oranye juga bertambah dari pekan lalu sebesar 32,88 persen menjadi 35,99 persen, yakni dari 169 menjadi 185 kabupaten/kota.

“Ini bukan kabar yang mengembirakan dan ini perlu menjadi perhatian bersama. Ada 14 kabupaten/kota di mana zona merah tanpa perubahan dalam tiga minggu berturut-turut. Kami mohon agar masyarakata bersama pemda untuk lebih disiplin menarapkan dan mematuhi protokol kesehatan agar kondisi ini bisa membaik,” kata Wiku.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Komite untuk fokus pada delapan provinsi demi menekan kasus kematian akibat virus corona. Provins tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua. Sebanyak 78% kasus Covid-19 di Tanah Air berasal dari delapan provinsi ini.

Tes corona

Jumlah masyarakat yang melakukan tes virus Corona di Indonesia masih terbilang belum memadai.Jika mengikuti acuan WHO, Indonesia seharusnya melakukan tes usap minimal 54 ribu spesimen sehari atau 270 ribu spesimen selama satu pekan. Hingga kini, Indonesia masih belum mencapai standar minimum tersebut.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pemeriksaan spesimen pada kemarin masih berada di angka 20.492 spesimen. Dari angka itu, sebanyak 1.301 orang positif Covid-19. Rekor pemeriksaan spesimen harian terjadi pada 17 Juli lalu di angka 29.176 spesimen.

Angka ini belum memenuhi target sebagaimana yang disebutkan Jokowi untuk bisa melakukan 30 ribu spesimen per hari.“Untuk tes virus corona, kita perlu lebih banyak uji tes PCR dan laboratorium. Saya optimstis kita dapat mencapai target 30 ribu (spesimen per hari),” katanya.

DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang menggenjot jumlah tes corona. Hingga Senin (27/07), total spesimen yang telah diperiksa mencapai 516.865 spesimen. Lonjakan tes ini membuat positivity rate harian di DKI pun ikut naik. Pada Sabtu lalu (25/7), rekor tes corona dengan angka harian mencapai 12,4% dari total 4.325 spesimen yang diperiksa.

Gencarnya tes Covid-19 dilakukan DKI, untuk menemukan pasien positif dan mengisolasinya agar tidak terjadi penularan sebagaimana disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Penelusuran pasien akan membuat ibu kota menjadi lebih cepat mengendalikan laju penyebaran virus corona.

Anies berencana meningkatkan jumlah tes karena ada banyak kasus positif yang tanpa gejala dialami warganya. Ditambah lagi dengan DKI yang menerima 100 ribu alat rapid diagnostic test (RDT) dari pemerintah pusat. Jumlah ini lima kali lebih banyak ketimbang Jawa Barat yang menerima 20 ribu alat tes.

Indonesia saat ini masih mengandalkan rapid test atau tes cepat. Padahal, akurasi untuk membaca hasil orang yang terpapar Covid-19 dengan metode ini tergolong rendah. Adapun pengujian di Indonesia sendiri dilakukan dua tahap. Tahap pertama yakni dengan rapid test sebagai deteksi awal, lalu dilanjutkan dengan tes usap atau swab test. Tes usap atau polymere chain reaction (PCR) merupakan yang paling akurat dalam mendeteksi Covid-19. Pengujian ini menggunakan sampel lendir di tenggorokan dan hidung dari tubuh pasien.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Nation: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *