Israel akan Bangun Tembok di Bagian Utara Perbatasan Gaza Untuk Halangi Penyusup

Israel Will Build a Wall in the North of the Gaza Border to Block the Intruder

isreal wall

Israel akan membangun tembok setinggi enam meter dengan panjang sembilan meter di bagian utara pagar perbatasan Jalur Gaza. Tembok itu akan dibangun di antara komunitas Yad Mordechai dan Sderot.
Kementerian Pertahanan Israel dilaporkan berencana membangun tembok tersebut untuk melindungi warganya yang bermukim di sepanjang perbatasan. Biaya pembangunan tembok tersebut diperkirakan akan menghabiskan puluhan juta shekel.
Proses pembangunan itu ditargetkan bisa selesai pada musim panas mendatang. Selain itu, Israel juga akan membangun penghalang bawah tanah di perbatasan Gaza. Tujuan dibangun penghalang bawah tanah ini agar tak ada anggota kelompok perlawanan di Gaza yang menyusup ke negaranya lewat bawah tanah dan melakukan serangan.
Pada Mei lalu, terjadi pertempuran yang melibatkan kelompok Hamas dan Jihad Islam dengan militer Israel. Peperangan itu disebut merupakan yang terburuk sejak terjadinya konflik Gaza pada 2014. Ribuan warga Palestina dilaporkan tewas.
Hamas dan Jihad Islam menyerang Israel dengan meluncurkan ratusan roket. Serangab balasan dilakukan Tel Aviv yang melancarkan serangan udara ke Gaza. Akibatnya, 25 warga Palestina dan empat warga Israel tewas dalam pertempuran terbaru.
Kedua belah pihak menghentikan pertempuran setelah adanya mediasi yang dilakukan Mesir guna mencapai gencatan senjata. Kendati perundingan berlangsung alot, pada akhirnya kesepakatan dapat tercapai.
Sejak Maret 2018, situasi di Gaza telah memanas, khususnya di dekat perbatasan dengan Israel. Memanasnya situasi kedua belah pihak itu dipicu dengan adanya aksi Great March of Return oleh warga Palestina di sana. Warga Palestina menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya selepas Perang 1967 kepada pengungsi Palestina. Tak hanya itu, protes juga disuarakan atas keputusan Amerika Serikat yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Respon represif ditunjukkan Israel terhadap demonstrasi yang berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza-Israel itu. Para tentara Israel menembaki demonstran dengan peluru tajam yang menyebabkan lebih dari 200 warga Palestina tewas selama aksi Great March of Return dilaksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *