Mon. Sep 23rd, 2019

Jadi Tuan Rumah Formula E Pada 2020, DKI Gelontorkan Anggaran Sebesar Rp345 Miliar

Becoming the Host of Formula E In 2020, DKI Spends a Budget of Rp.345 Billion

Indonesian money1

DKI Jakarta bakal menjadi tuan rumah Formula E pada 2020. Untuk mempersiapkan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggelontorkan anggaran sebesar 24,1 juta dolar AS atau sekitar sekitar Rp345 miliar. Anggaran tersebut akan disetorkan kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Gubernur DKI, Anies Baswedan mengaku, penyelenggaraan Formula E akan memberikan dampak positif bagi perekonomian ibu kota. Ia menyebut, pergerakan perekonomiannya dalam proyeksi konservatif sekitar Rp1,2 triliun.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyetujui anggaran yang dikeluarkan terkait dengan penyelenggaraan Formula E pada 2020 mendatang sebesar Rp360 miliar.

Alur pertama, anggaran diajukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI (Dispora). Kemudian, pengajuan anggaran dibahas dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk disetujui. Persetujuan itu menjadi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019.

Untuk diketahui, Formula E merupakan ajang balapan mobil terpopuler kedua setelah Formula 1. Perbedaan antara keduanya terletak pada Formula E sudah menggunakan mesin bertenaga listrik sehingga bebas emisi. Aksi kebut-kebutan mobil Formula E ini bakal digelar di jalan raya yang diubah jadi sirkuit sementara.
Berbagai persiapan pun segera dilakukan oleh Pemprov DKI, termasuk menyiapkan jalur yang akan dijadikan lintasan pada ajang balap Formula E. Ada dua jalur yang telah diusulkan Pemprov DKI dan telah disetujui Federasi Otomotif Internasional (FIA) selaku pihak promotor. FIA telah berkunjung ke Jakarta untuk melakukan survei pada 8 Juli lalu.

Rute pertama, jalur yang akan dijadikan lintasan balap Formula E, yakni Silang Monas Tenggara-MI Ridwan Rais-Tugu Tani-MI Ridwan Rais-Merdeka Selatan-Wisma Antara-Kedubes AS-Silang Monas Tenggara.

Sementara rute kedua, jalur yang dipilih yakni Silang Monas Selatan (pit stop)-Jalan Medan Merdeka Selatan-belakang Stasiun Gambir-Jalan MI Ridwan Rais- Jalan Medan Merdeka Selatan-Bundaran Air Mancur-Silang Monas Selatan.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *