Jelang Pemilu 2019, PPLN Diminta Aktif Data Pemilih di Luar Negeri

Ahead of the 2019 Election, PPLN Is Requested to Be Active Data on Voters Abroad

Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk mendata warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri agar dapat menyalurkan suaranya pada Pemilu 2019. Tidak hanya pemilih yang belum terdaftar, KPU juga meminta PPLN memperhatikan WNI yang baru pindah ke luar negeri.

“Tapi jika masih ada warga negara kita yang belum terdaftar, maka PPLN kita harus proaktif mendata mereka DPK LN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri),” kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid.

Disinyalir masih banyak WNI yang belum terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019, sehingga KPU harus memfokuskan juga data pemilih luar negeri.
Berdasarkan data KPU, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) luar negeri pada Pemilu 2019 sebanyak 2.058.191 orang.
Beikut tiga alternatif cara bagi WNI untuk dapat menyalurkan suaranya, yakni:

  1. Di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN),
  2. melalui kotak suara keliling (KSK) atau lebih dikenal dengan istilah drop box, dan
  3. pemungutan suara melalui pos.

Pelaksanaan pemungutan suara di luar negeri lebih cepat daripada tanggal yang ditentukan di Indonesia, yakni 8-14 April 2019. Terdapat perbedaan antara pemilih di dalam dan luar negeri. Pemilih di dalam negeri mencoblos lima kertas suara pemilu, sedangkan di luar negeri pemilih hanya mencoblos dua kertas suara, yakni calon anggota legislatif (caleg) dan calon presiden-wakil presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *