Juru Bicara Presiden Rusia Sebut Putin Undang Erdogan ke Negaranya Bahas Serangan ke Suriah

Russian President’s Spokesman Mention Putin Invites Erdogan to His Country Discussing Attack on Syria

Foto Juru Bicara Presiden Rusia Sebut Putin

Undangan disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengunjungi negaranya.

Undangan disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk berkunjung ke negaranya. Diketahui, undangan itu dilakukan ditengah kondisi Turki yang menuai kecaman dan protes karena aksinya yang menggelar operasi militer di Suriah. 

Menurut keterangan dari juru bicara presiden Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa (15/10) lalu, bahwa Putin telah melakukan percakapan via telepon dengan Erdogan. Dalam percakapannya, topik utama yang dibahas terkait dengan operasi militer Turki di Suriah. 

Turki diminta untuk menghindari konfrontasi dengan militer Suriah yang selama ini dukung Rusia. Dalam percakapan itu, Putin pun mengundang Erdogan untuk berkunjung ke negaranya. 

Dikutip dari laman kantor berita Rusia, TASS, Peskov mengungkapkan, Putin dan Erdogan akan melakukan pertemuan di resor Laut Hitam di Sochi pada 22 Oktober 2019.

Seperti diberitakan sejak Rabu pekan lalu, Turki mulai melancarkan operasi militer di Suriah timur laut. Ankara melakukan operasi militer itu untuk menumpas pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Partai Persatuan Demokratik Suriah (PYD). Mereka memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melakukan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Bahkan kedua kelompok itu dianggap Turki sebagai teroris.

Kecaman datang dari sejumlah negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Aksi militer Turki dianggap sangat mengancam stabilitas Kawasan dan melanggar kedaulatan Suriah.

Sementara, Amerika Serikat (AS), bersama negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, turut mengkritik operasi militer yang dilancarkan Turki di Suriah. Desakan ditujukan pada Turki agar segera menghentikan aksinya karena mengakibatkan krisis kemanusiaan dari operasi militer tersebut. 

Keputusan diambil AS dengan menjatuhkan sanksi ekonomi pada Turki. Beberapa negara lainnya seperti Prancis, Jerman, dan Kanada memutuskan mensetop menjual senjata mereka ke Turki. Washington juga mendesak Ankara segera mendeklarasikan gencatan senjata. Namun, penolakan dilakukan oleh Erdogan. 

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *