Kabar Baru, Warga Asing Bisa Dapatkan Kewarganegaraan Arab Saudi Lewat Inovasi

New News, Foreigners Can Get Saudi Citizenship Through Innovation

Foto Arab Saudi karena Raja Salman akan memberikan kewarganegaraan negara itu kepada orang asing yang menciptakan inovasi

Arab Saudi karena Raja Salman akan memberikan kewarganegaraan negara itu kepada orang asing yang menciptakan inovasi

Kabar gembira datang dari Arab Saudi, karena Raja Salman akan memberikan kewarganegaraan negara tersebut kepada warga asing yang menciptakan inovasi. Inovasi ini bisa datang dari berbagai bidang untuk menunjang Visi Arab 2030.

Hal ini merupakan bagian perubahan dari rencana reformasi ekonomi dan sosial Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengganti ekonomi negaranya dari ketergantungannya pada minyak.

Diketahui, orang asing sangat sulit untuk mendapatkan kewarganegaraan di negara Teluk karena tidak secara tradisional ditawarkan kepada mereka atau ekspatriat yang tinggal di wilayah tersebut.

Lewat Twitter, Saudi Project, sebuah wadah pemerintah menuliskan bahwa Kerajaan Saudi mengambil langkah perubahan tersebut bertujuan untuk menarik para ilmuwan, intelektual dan inovator dari seluruh dunia, untuk memungkinkan kerajaan menjadi pusat yang beragam.

Menurut laporan yang dilansir dari The National, (5/12/19), bahwa ahli dalam ilmu forensik dan medis, teknologi, pertanian, energi nuklir dan terbarukan, minyak dan gas dan kecerdasan buatan akan dipertimbangkan.

Lebih lanjut, Saudi Project mengungkapkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam seni, olahraga, dan budaya juga dimasukkan dalam daftar. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dan mendukung peningkatan kompetensi dan pengetahuan Saudi yang akan bermanfaat bagi masyarakat umum.

Pendapatan minyak yang besar menjadikan Arab Saudi memberikan tunjangan ekonomi kepada warganya.

Bagi warga negara asing yang telah memiliki tempat tinggal permanen di kerajaan paling tidak lima tahun, berdasarkan undang-undang kewarganegaraan Saudi saat ini memungkinkan diterapkannya naturalisasi bagi mereka.

Meski begitu, persyaratan sponsor Saudi telah membatasi orang asing yang tinggal di negara itu dalam mendapatkan tempat tinggal permanen.

Menurut laporan yang dilansir dari Gulfnews, bahwa sejauh ini Arab Saudi telah memberikan 73 residensi asing di bawah program baru guna menarik investasi luar negeri. Lewat program itu memungkinkan orang-orang tertentu untuk membeli properti dan melakukan bisnis tanpa sponsor Saudi.

Pengajuan yang diterima mencapai ribuan, setelah Kerajaan Arab Saudi menawarkan tempat tinggal permanen untuk 800.000 riyal, atau izin satu tahun yang dapat diperbarui untuk 100.000 riyal. Adapun menurut pernyataan dari Premium Residency Centre pemerintah, gelombang penerima pertama berasal dari 19 negara, termasuk investor, dokter, insinyur, dan pemodal. Tapi, tidak ada pemberitahuan rincian jumlah yang yang diberikan tempat tinggal permanen.

Menurut pernyataan dekrit kerajaan, bahwa warga asing yang melamar kewarganegaraan dan memenuhi kriteria, maka mereka berkesempatan unutk diberikan kewarganegaraan.

Seperti, ekspatriat Yaman yang tinggal di kerajaan juga akan diberikan kewarganegaraan Saudi.

Dekrit itu juga mencakup anggota suku-suku terlantar di kerajaan dan penduduk yang merupakan keturunan orang tua Saudi yang tidak mendapatkan paspor ketika konsep kewarganegaraan diperkenalkan pada abad terakhir.

Selain itu, perintah ini membantu menyelesaikan status anak-anak yang lahir dari ibu yang berkebangsaan Saudi sedangkan ayahnya bukan.

Sudah hampir dua bulan lalu Arab Saudi mengusulkan langkah ini ketika merasa perlu untuk menarik para sarjana, intelektual, dan spesialis terkemuka, yang sejalan dengan visi Kerajaan 2030.

Pada bulan lalu, kerajaan Saudi mengeluarkan batch pertama dari visa tinggal “premium”. Visa ini ditujukan bagi investor, dokter, insinyur atau pemodal yang ingin tinggal di kerajaan.

Benefit yang didapat dari penawaran program ini adalah warga negara asing dan keluarga mereka mempunyai visa jangka panjang serta hak istimewa yang sebelumnya tidak tersedia untuk orang non-Saudi.

Selain itu, kerajaan juga mengumumkan peluncuran visa turis baru pada bulan September. Di mana dengan visa turis baru ini diharapkan akan memberi orang banyak entri ke negara itu dan bisa menciptakan satu juta pekerjaan baru pada 2030.|

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *