Kasus Dugaan Dana Desa Papua Masuk ke KKB, Polisi Kerjasama Dengan PPATK dan BPKP

The Case of Alleged Papua Village Funds Entering KKB, Police Collaboration with PPATK and BPKP

Foto Polri mengatakan bahwa aliran dana desa di Papua ke Kelompok Tahanan dipenjara masih sebatas dugaan.

Polisi Nasional mengatakan bahwa aliran dana desa di Papua ke Kelompok Tahanan dipenjara masih terbatas pada tuduhan

Untuk sementara Polri menyebutkan bahwa aliran dana desa di Papua yang masuk ke Kelompok Kriminal Bersenjara (KKB) masih sebatas dugaan saja. Namun, penyidik masih tetap mengusut informasi tersebut.

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, bahwa penyelidikan ini berawal dari Jakarta mengenai beredarnya surat tertulis dari KKB yang ditujukan kepada para kepala kampung di Papua. Surat itu mencatumkan bahwa kelompok itu mengajukan permintaan dana.

Dirinya mengatakan untuk sementara ini berdasarkan hasil penyelidikan Ditreskrimsus Polda Papua dan Papua Barat, hal ini baru bersifat indikasi atau dugaan.

Penyidik, sejauh ini terus bergerak menggandeng pihak lain untuk bekerja sama, yaitu dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sementara, Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw menyebutkan bahwa kini beredar surat dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ditujukan kepada para kepala kampung untuk meminta dana. Dirinya pun melarang keras aparat desa atau kampung untuk memberikan bantuan atau dukungan pendanaan kepada kelompok kriminal bersenjata tersebut. Paulus menyebut akan menindak tegas jika hal itu terjadi, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (23/11).

Paulus menilai, kelompok bersenjata ini kerap menekan dalam menggalang dana.

Hasil dana tersebut, sebut Paulus, nantinya digunakan oleh kelompok bersenjata untuk membeli dan mendapatkan amunisi maupun senjata api. Selama ini, mereka mendapatkan senjata dan amunisi salah satunya dengan cara merampas dari aparat. Dirinya juga mengungkapkan bahwa penangkapan gembong kelompok kriminal bersenjata Sinak, Iris Murib di Kali Pindah-Pindah, Distrik Iwaka, Mimika pada Kamis (21/11) terkait dengan rencana kelompok separatis Papua untuk melakukan aksi penembakan pada 1 Desember mendatang.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *