Kedai Startup Kopi Bermunculan, Starbucks Optimistis Dengan Strateginya

Coffee Startup Shops Popping Up, Starbucks Optimistic With Its Strategies

starbucks

Maraknya kedai kopi yang bermunculan di tanah air saat ini membuat persaingan yang cukup ketat.
Beberapa industri startup kopi, sebut saja Fore Coffee, Kedai Kopi Tuku, Kopi Kenangan dan kedai kopi lainnya pun menjadi pesaing berat ritel kopi konvesional seperti Starbuck, Coffee Bean, dan Excelco.
Head of Corporate Communication MAP Fetty Kwartati mengatakan Starbucks yang merupakan kedai kopi dibawah naungan MAP saat ini mempunyai 404 gerai yang tersebar di lebih dari 30 kota di Indonesia. Kedai kopi ini mempunyai jaringan yang sangat besar dan menjangkau segmen menegah atas dan kelas menegah.
Starbucks, sebutnya, mempunyai brand awareness yang sangat kuat yang terus meningkatkan bisnis dan kinerja sehingga tetap bertahan di tengah kompetisi yang tinggi. Persaingan tidak hanya datang dari kopi, tetapi juga dari jenis minuman lainnya.
Fetty mengatakan langkah Starbucks dalam menghadapi persaingan tersebut adalah dengan tetap fokus pada kepuasan pelanggan. Selain itu selalu berupaya memberikan pilihan dan servis yang lebih baik.
Strategi pemasaran juga diterapkan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan situasi saat ini yaitu intergrated marketing activities. Misalnya, campaign khusus setiap bulan, menciptakan minuman seasonal baru, kerja sama promosi dengan digital wallet, merchandise, meningkatkan CRM lewat loyalty card, dan lain sebagainya.
Fetty optimistis tren penjualan kopi Starbucks akan terus tumbuh. Hal ini didasarkan pada kinerja di semester I/2019 yang meningkat lebih dari 20% dibandingkan penjualan tahun lalu.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengatakan saat ini kedai startup kopi memang tengah diminati kalangan masyarakat, yang mana harganya dbanderol cukup terjangkau dan milenial friendly.
Untuk mengatasi hal itu, Eddy menuturkan, kedai kopi tradisional besar seperti Starbucks, Coffee Bean, dan sebagainya harus melakukan re-brand atau menyesuaikan permintaan pasar saat ini.
Menurut Eddy, besar kemungkinan tren penjualan kedai kopi tradisional tersebut bisa mengalami penurunan dan berdampak pada penutupan gerai. Contohnya sperti di China, di mana Starbucks kalah dari kedai kopi lokal, Luckin Coffee.
Terkait dengan tren pertumbuhan bisnis kopi tahun ini, Eddy memprediksi pertumbuhan akan cukup besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *