Kedubes Korea Selatan Terima Surat Ancaman Berisi Peluru

South Korean Embassy Receives Letter of Threat Containing Bullets

south koorean flag

Kedutaan besar (kedubes) Korea Selatan di Jepang mendapatkan surat ancaman yang berbentuk peluru. Insiden ini menambah hubungan dua negara Asia Timur tersebut semakin buruk.
Hubungan kedua negara dibayangi oleh masa kolonalisasi Jepang di Semenanjung Korea yang terjadi pada 1910 sampai 1945. Akhir-akhir ini perselisihan yang bermula dari kerja paksa pada masa kolonial tersebut berbuntut pada ketegangan perdagangan dan keamanan. Korea Selatan menarik diri dari pakta kerja sama intelijen militer.
Kantor berita Kyodo, Selasa (3/9) melaporkan, surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Korea Selatan di Tokyo pekan lalu itu bertuliskan “Saya memiliki senjata laras panjang dan saya memburu orang Korea”.
Laporan Kyodo menyebutkan surat itu berisi sesuatu yang tampak seperti peluru. Saat ini dilaporkan kepolisian masih melakukan penyelidikan, namun menolak untuk memberikan komentar.
Staf kedutaan Korea Selatan mengkonfirmasi adanya surat tersebut. Tapi terkait detail lebih lanjut, ia tidak bersedia membeberkannya.
Ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang berlanjut hingga ke urusan penerbangan dan kebudayaan. Pada pekan lalu maskapai Jepang mengumumkan akan melakukan penundaan terhadap sejumlah penerbangan menuju Korea Selatan.
Pameran seni Jepang menarik patung karya seniman Korea Selatan yang mempertontonkan perempuan Korea dipaksa untuk melayani pasukan Jepang selama masa kolonial. Hal itu memicu perdebatan tentang penyensoran.
Pada Senin (2/9), penerbit majalah mingguan Jepang Shukan Post meminta maaf atas laporan khususnya pada edisi bulan September dengan judul ‘Kami tidak Butuh Korea’. Judul tersebut memicu amarah banyak pihak dan majalah itu dituduh mengeluarkan ujaran kebencian.
Akibatnya, banyak pengguna Jepang yang kemudian membalas laporan itu dengan menulis ‘Kami tidak Butuh Shukan Post’. Meski begitu, banyak pula yang mendukungnya. Para pendukung majalah itu menyebut orang Korea dan pendukungnya terlalu sensitif. Beberapa orang Jepang juga menulis orang Korea tak pernah menepati janjinya, pernyataan yang kerap dilontarkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe selama berlangsungnya ketegangan antarkedua negara itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *