Mon. Sep 23rd, 2019

Kemenpora Jadi Mediator, Polemik Antara PB Djarum dan KPAI Selesai

Kemenpora Becomes Mediator, Polemic Between PB Djarum and KPAI Completed

psis

Bergulirnya polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum terkait eksploitasi anak di audisi umum bulutangkis diselesaikan di meja mediasi dan memutuskan dengan kesepakatan terbaik.

Dalam proses berlangsungnya perdamaian tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bertindak selaku mediator. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun ikut terlibat demi pencarian solusi terbaik.

Bertempat Kantor Kemenpora, di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat pada Kamis (12/9/2018), kesepakatan dibacakan oleh Menpora Imam Nahrawi. Hal yang menajdi poin kesepakatannya yakni KPAI sepakat mencabut surat yang meminta PB Djarum menghentikan audisi. Di sisi lain, audisi pencarian bibit unggul atlet bulutangkis diIndonesia akan tetap dilanjutkan oleh PD Djarum selaku penyelenggara.
Imam Nahrawi menyebutkan bahwa PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum.

Kemudian ia menyambung dengan menyebutkan KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum.

Dalam kesempatan itu juga Imam mengatakan bahwa Kemenpora bersama-sama dengan KPAI dan PBSI sepakat memberi kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi internal untuk melanjutkan audisi di tahun 2020. Audisi bulutangkis dilanjutkan sebagai sarana pengembangan bibit atlet.

Menanggapi kesepakatan itu, Ketua KPAI Susanto mengapresiasi Menpora Imam yang mampu menjembatani kesemua pihak antara KPAI, PB Djarum, dan PBSI untuk rembuk bersama mencari solusi atas polemik yang terjadi. Dia pun berharap polemik ini tidak lagi diperpanjang.

Lebih lanjut Susanto mengatakan bahwa KPAI tidak ‘menarget’ PB Djarum. KPAI mempunyai peran dalam mencegah anak-anak terpapar dari bahaya rokok. Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah ke 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, polemik bermula saat KPAI mengkritik audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum karena dianggap mengeksploitasi anak. Audisi bulutangkis besutan PB Djarum itu dinilai KPAI jadi ruang promosi merek dagang mereka sebagai produsen rokok ternama di tanah air.

Atas kritikan itu, KPAI mendapati banyak respons. Ada pihak yang membela, ada juga yang mengkritik KPAI mengingat audisi PB Djarum yang rutin menghasilkan atlet bulutangkis berbakat.
Atas kritikan KPAI tersebut membuat PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis di tahun 2020. Langkah itu merupakan keputusan PB Djarum yang ingin mereduksi polemik yang mencuat soal tuduhan eksploitasi anak-anak dari KPAI.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *