Mon. Sep 23rd, 2019

Kementan Melepas Ekspor 35 Kontainer Kacang Hijau ke Filipina dan China

Ministry of Agriculture Releases 35 Green Bean Container Exports to the Philippines and China

green beans

Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor sebanyak 35 kontainer kacang hijau dari Kalianak, Surabaya dikirim ke China dan Filipina, Jumat (6/9/2019).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan Suwandi mengatakan dari total 35 kontainer, yang diekspor ke China adalah sebanyak 7 kontainer. Adapun PT Aman Buana Putera merupakan eksportir kacang hijau tersebut.
Suwandi menjelaskan, perputaran uang dari ekspor kacang hijau dari Jawa Timur mencapai triliunan rupiah pertahun. Melansir data dari Badan Pusat Statistik (BPS), periode Januari sampa Juni 2019 ekspor kacang hijau dari Jatim mencapai 3.489 ton yang terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 53% dibanding periode yang sama 2018, sebanyak 1.625 ton.
Luas panen kacang hijau di Jawa Timur ialah sebesar 66.498 ha dengan varietas dominan yakni, Murai, Perkutut, Sameong, Kutilang, Vima-1, Vima-2, dan Vima-3. Biaya total produksi sebesar Rp7.000.000 per ha dan break event pointnya yakni, Rp5.790 per kg. Mengenai kebutuhan konsumsinya adalah sebesar 222 ton/tahun.

Suwandi menjelaskan lebih lanjut kacang hijau sebagai produk tanaman pangan ini sebagian diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri dan juga diolah menjadi berbagai variasi panganan, termasuk dari taoge. Lalu, sebagian produksinya diperuntukkan untuk pasar luar negeri yang umumnya dikirim ke sejumlah negara diantaranya, Taiwan, Filipina, India, Mesir dan Yaman.

Diketahui, hingga saat ini tercatat ada sebanyak 17 eksportir kacang hijau dari Indonesia, termasuk salah satunya PT Aman Buana Putera. Tahun lalu, sebut Suwandi, para ekportir ini mampu mengirim kacang hijau sebanyak 33.000 ton ke berbagai negara tujuan.
Untuk itu ia berharap tahun 2019 ekspor bisa terus meningkat, melihat dari kenaikan ekspor sebesar 12% pada 2018.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistio mengatakan ada beberapa kabupaten di provinsi Jatim yang menjadi penghasil utama kacang hijau yakni, Bojonegoro, Sampang, Sumenep dan Gresik.

Hadi berharap agar petani juga bisa mendapatkan harga yang layak dari pembeli atau eksportir dari adanya kegiatan ekspor.
Sementara, Kepala Balai Besar Karantina Jawa Timur Musyaffak Fauzi berharap agar para eksportir bisa terus melakukan pengiriman produk-produk kacang hijau yang berkualitas sesuai standar negara-negara tujuan.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *