Kolaborasi Digencarkan Bank Permata Dengan Menggandeng Amartha Dalam Salurkan Kredit Khusus Perempuan

Bank Permata Intensified Collaboration by Cooperating with Amartha in Distributing Special Loans for Women

Foto PT Bank Permata Tbk

Perusahaan teknologi keuangan berdasarkan pinjaman akan lebih intensif dilakukan oleh PT Bank Permata Tbk

Kolaborasi antara perbankan dan perusahaan teknologi finansial (tekfin) berbasis pinjaman bakal lebih gencar dilakukan oleh PT Bank Permata Tbk. dengan menggandeng Amartha dalam menjangkau nasabah wanita yang ada di pelosok.

Menurut penuturan Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah, bahwa kerja sama perseroan dengan Amartha sebetulnya sudah terjalin lama. Meski begitu, Bank Permata menganggap kerja sama yang sudah terjalin ini harus lebih diintensifkan.

Saat berada di konferensi pers acara Unite for Education Sustainability Forum (UFE) 2019, Jakarta, Kamis (7/11), Ridha menjelaskan, perseroan tidak mempunyai cabang di pelosok, seperti pasar, desa, dan kabupaten. Untuk itu, Amartha yang dulunya tidak punya bank partner, kini bisa semakin besar dan menjangkau ratusan ribu ibu-ibu pelaku usaha.

Perusahaan tekfin Amartha berfokus pada pembiayaan pengusaha kelas mikro dengan sistem tanggung renteng. Hal yang menjadikannya unik adalah seluruh pengusaha mikro yang dilayani Amartha merupakan wanita. 

Untuk informasi, hingga saat ini Amartha telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp1,5 triliun. Pembiayaan ini telah menjangkau kepada lebih dari 300.000 pengusaha mikro. Bahkan, tingkat pembiayaan bermasalah Amartha diklaim mendekati 0%.

Ridha juga menjelaskan alasan Bank Permata mengambil tema “Perempuan Pencipta Perubahan” dalam penyelenggaraan UFE ke-9 tahun ini, karena untuk menekankan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi bangsa.

“Dengan program ini kami berharap dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan khususnya bagi perempuan, anak muda, serta penyandang disabilitas,” ungkap Ridha.

Sementara, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mengatakan, kolaborasi yang dilakukan Bank Permata dengan Amartha membantu misi otoritas meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Untuk diketahui, saat ini tingkat inklusi keuangan masyarakat telah mencapai 75%, sedangkan tingkat literasi keuangan masih ditargetkan mencapai 35%.

Kedepannya ia berharap bank tidak hanya fokus menggarap pasar dari segmen pengusaha besar, tetapi juga masyarakat kecil. Sebab, ada potensi besar dari calon nasabah yang selama ini belum terjamah layanan keuangan dan dianggap lebih taat membayar kredit.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *