Komisaris PT Hanson Internasional Ditahan Kejagung Terkait Kasus Jiwasraya

Commissioner of PT Hanson Internasional Detained by Attorney General’s Office Regarding the Jiwasraya Case

Foto PT Hanson Internasional Ditahan oleh Kejaksaan Agung

PT Hanson Internasional Ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait Kasus Jiwasraya

Penahanan dilakukan Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasusJiwasraya.

Tampak Benny Tjokro keluar dari gedung Bundar Jampidsus Kejagung pada pukul 17.07 WIB, Selasa (14/1/2020).

Baju tahanan berawana pink ia kenakan.Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari Kejagung soal penahanan Benny Tjokro. Begitu juga dengan status Benny usai diperiksa hari ini.

Diketahui sebelumnya Kejagung memastikan terdapat dugaan unsur kerugian keuangan negara terkait penyimpanganJiwasraya.”Kami berpendapat itu uang negara.

Di asuransi Jiwasraya itu ada penyertaan uang negara di situ,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Adi Toegarisman dalam konfirmasinya kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/1).

Dalam penyelidikan kasus Jiwasraya, Kejagung pernah melakukan penggeledahan terhadap PT Hanson International. Sejumlah dokumen disita penyidik dari kantor PT Hanson, termasuk juga isi perangkat komputer di perusahaan itu ikut diperiksa.Menurut pernyataan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya, bahwa banyak masalah yang ada di Jiwasraya.

Berdasarkan keterangan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, BPK telah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap Jiwasraya, yakni pada 2018 dan 2019.

Pada pemeriksaan tersebut, BPK mendapatkan 16 temuan yang mencakup pengelolaan bisnis, investasi, pendapatan, dan biaya operasionalJiwasrayatahun 2014-2015.

Agung Firman mengatakan bahwa PT Asuransi Jiwasrayaberpotensi terhadap risiko gagal bayar atas transaksi pembelian Medium Term Note (MTN) atau surat utang jangka menengah dari PT Hanson International. Juga Jiwasraya dinilai kurang optimal dalam mengawasi reksadana yang dimiliki dan menempatkan saham tidak langsung di perusahaan yang berkinerja kurang baik.

BPK pun menemukan adanya penyimpangan dalam penjualan produk Saving Plan Jiwasraya. Padahal, produk Saving Plan ini adalah yang memberikan kontribusi pendapatan tertinggi di Jiwasraya sejak 2015.Pasalnya, produk simpanan ini memiliki jaminanreturnyang sangat tinggi dengan tambahan manfaat asuransi.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *