Komisi HAM Inter-Amerika: Korban Demo Ricuh Bolivia Mencapai 23 Orang Meninggal

Inter-American Human Rights Commission: Bolivia Ricuh Demo Victims Reach 23 Dead

Foto korban tewas dari demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan di Bolivia

korban tewas dari demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan di Bolivia

Korban yang meninggal dunia akibat demonstrasi yang berujung ricuh di Bolivia telah mencapai 23 orang. Hal itu berdasarkan laporan dari Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika (IACHR).

Bentrokan baru yang terjadi antara pedemo dan aparat keamanan di pusat Bolivia memakan korban sembilan orang yang dikabarkan meninggal. Tempat terjadinya bentrokan itu, yakni pusat Bolivia disebut sebagai wilayah kubu pendukung Presiden Evo Morales, yang belum lama telah mengundurkan diri dan mengasingkan diri ke luar negeri.

Dikutip dari AFP, Minggu (17/11), selain korban meninggal, Kelompok HAM IACHR yang bermarkas di Washington itu mencatat ada sekitar 122 orang terluka dalam demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat pekan lalu.

Meskipun Morales telah mengundurkan diri, namun kerusuhan masih terus berlangsung di Bolivia. Morales mundur dari kursi kepresidenan setelah Bolivia dilanda aksi unjuk rasa selama sebulan terakhir.
Pemicu aksi unjung rasa adalah menyusul tudingan dari oposisi terhadap pemerintahan Morales. Presiden yang berkuasa sejak 2006 itu, dinyatakan menang dalam pemilihan presiden 20 Oktober lalu dengan selisih kemenangan tipis.

Dari pihak oposisi menuding bahwa adanya kecurangan dalam penghitungan suara, sehingga kemenangan Morales pun dipertanyakan. Semenjak itu, massa turun ke jalan untuk menggaungkan aksi protes.

Adapun, organisasi Negara-negara Amerika melakukan audit pemilihan presiden tersebut, yang kemudian mereka menyatakan telah menemukan penyimpangan dalam pemilu Bolivia.

Sebelumnya, saat sebelum Morales menyatakan mengundurkan diri, ia setuju untuk diadakan pemilu baru. Akan tetapi, hal itu tak mampu meredam gejolak publik.
Bahkan, para komandan militer dan kepolisian pun turut serta mendukung pengunduran diri Morales.

Usai Morales mundur, tak lama berselang senator Bolivia, Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden guna mengisi kekosongan kekuasaan.

Pada Selasa (12/11) lalu, Jeanine Anez memproklamirkan diri sebagai presiden sementara dalam sesi Kongres yang tidak mencapai kuorum. Kendati begitu, gejolak politik dan unjuk rasa masih belum bisa reda.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *