Komisi III DPR Undang Pansel Capim KPK Hari Ini Guna Bahas Proses Seleksi

House of Representatives Commission III Invites the KPK Capim Today Today To Discuss Selection Process

arsul1

Komisi Hukum atau Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar pertemuan dengan mengundang Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) pada hari ini, Senin (9/9). Agenda pertemuan tersebut dikonfirmasi oleh Anggota Komisi Hukum DPR Arsul Sani.
Arsul mengatakan hal itu dilaksanakan sebagai upaya Komisi Hukum yang ingin mendengar langsung penjelasan dari Pansel ihwal proses seleksi hingga terpilihnya sepuluh capim KPK. Pekan ini, proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sudah akan dimulai oleh Komisi Hukum terhadap capim komisi antikorupsi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya telah mengirimkan sepuluh nama capim KPK periode 2019-2023 ke DPR untuk dilakukan fit and proper test. Para capim KPK itu terdiri dari Alexander Marwata (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat).

Lalu ada Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet), dan Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
Menurut Arsul, selain bertemu Pansel, Komisi Hukum juga menjadwalkan tahapan seleksi pembuatan makalah oleh capim KPK pada sore ini, Senin (9/9), dan wawancara capim KPK dijadwalkan pada Rabu (11/9) dan seterusnya. Adapun rapat dengar pendapat umum (RDPU), di mana Komisi Hukum akan menggelarnya dengan kelompok masyarakat sipil akan dilakukan Selasa (10/9) besok.

Arsul mengatakan, lembaganya juga akan meminta masukan dari instansi yang berhubungan dengan para capim KPK. Misalnya Kepolisian, Kejaksaan, kampus, Badan Pemeriksa Keuangan, dan sebagainya.
Selain itu, hal yang menjadi perhatian Komisi Hukum ialah hasil dari profile assessment yang telah dilakukan Pansel Capim KPK, serta catatan-catatan dari lemabaga terkait seperti, Kepolisian, Kejaksaan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *