Kondisi Negara Kian Memanas Akibat Demo, PM Irak Ajukan Pengunduran Diri

State Condition Increasingly Heats Up Due to Demo, Iraqi PM Filed for Resignation

Foto Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran dirinya ke parlemen

Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran dirinya ke parlemen

Ditengah kondisi demonstrasi yang terjadi di negara Irak yang kian memanas dalam dua bulan terakhir di sejumlah kota di Irak, membuat Perdana Menteri Irak, Adel Abdel Mahdi memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri ke parlemen.

“Saya akan menyerahkan [jabatan] kepada parlemen. Surat resmi yang meminta pengunduran diri saya dari jabatan perdana menteri,” begitu penyataan tertulis Mahdi yang dilansir dari AFP.

Keputusannya itu sontak disambut gembira oleh para pengunjuk rasa yang berkumpul di Lapangan Tahrir, Baghdad, Irak.

Seperti diberitakan, aksi unjuk rasa besar-besaran merebak di seluruh penjuru kota Irak yang berlangsung sejak 1 Oktober. Para demontran menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah dalam menekan masalah yang timbul di dalam negeri, seperti kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, dan memberantas korupsi.

Berdasarkan informasi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak merupakan negara penghasil minyak bumi kedua terbesar di dunia. Akan tetapi, jika melihat angka korupsi yang terjadi di negara ini, berdasarkan telaah lembaga non-pemerintah Transparency International, Irak menduduki urutan ke-12 negara terkorup di dunia.

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak dua bulan terakhir berujung ricuh. Banyak demonstran yang menjadi korban, di mana lebih dari 400 orang dilaporkan tewas dan 15 ribu lainnya mengalami luka-luka. Kabar terbaru, pada kerusuhan yang terjadi minggu ini, yakni sepanjang Kamis (28/11) malam sampai Jumat (29/11) dini hari dilaporkan paling tidak 40 demonstran ditembak mati oleh aparat keamanan.

Dilansir dari Associated Press, lima orang penduduk dilaporkan tewas karena ditembak, sedangkan 32 lainnya terluka dalam kerusuhan di Najaf. Dalam membubarkan massa dan menghentikan upaya pembakaran sebuah masjid, aparat keamanan disebut menggunakan peluru tajam.

Di Baghdad, empat demonstran tewas ditembak aparat keamanan ketika mereka hendak melintasi Jembatan Ahrar menuju Zona Hijau, kawasan pusat gedung pemerintahan. Korban tewas lainnya ditembak polisi atau tentara di sejumlah lokasi berbeda.

Sejumlah wilayah diduduki oleh massa demonstran, yakni Jumhuriya dan Sinak yang menjadi pintu masuk ke kawasan kompleks pemerintahan. Hingga saat ini korban yang berjatuhan dari demonstrasi ini ialah 350 orang meninggal dan 15 ribu lainnya luka-luka. Para korban mengalami penembakan dan kekerasan oleh aparat dengan peluru tajam dalam kerusuhan di seantero Irak.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *