KPR BTN Buka Peluang Bagi Pekerja Freelance yang Tak Punya Slip Gaji

KPR BTN Opens Opportunities for Freelance Workers Who Don’t Have Salary Slips

Foto PT Bank Tabungan Negara Tbk membuka peluang untuk mendistribusikan pinjaman perumahan kepada pekerja lepas

Berita bagus untuk freelancer yang ingin memiliki rumah tetapi terkendala oleh slip gaji

Kabar gembira bagi pekerja lepas (freelance) yang ingin memiliki rumah tapi terkendala slip gaji. Kini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membuka kesempatan menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) ke pekerja lepas.

Menurut Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti, bahwa perseroan kemungkinan akan menyalurkan KPR ke nonformal terbuka, meski pekerja ini tak memenuhi syarat slip gaji seperti layaknya pekerja formal. Ia menyatakan BTN siap jika harus memberi KPR ke pekerja lepas meski minus kelengkapan syarat slip gaji, karena perseroan memiliki mitigasi sendiri untuk itu.

“Kami ada skoringnya. Semua itu risiko ada tapi bisa termitigasi lah. Rumah kan tetap ada jaminan, kemudian penghasilan kan kami ada syarat verifikasi dan tools analisa ada semua,” ungkap Novie bertempat di Menara BTN, Jakarta, Selasa (10/12).

Meski diprediksi akan ada sejumlah tantangan dalam penyaluran KPR, tapi BTN masih tetap fokus menyalurkan pembiayaan hunian bersubsidi di tahun 2020.

Tak hanya fokus pada rumah bersubsidi, bank pelat merah ini juga akan mulai serius menggarap pasar KPR nonsubsidi. Meski begitu, KPR nonsubsidi yang akan menjadi sasaran perseroan adalah pembiayaan dengan plafon Rp500 juta ke bawah. “Mayoritas subsidi kemudian kalaupun nonsubsidi bukan yang besar-besar,” ujarnya.

Adapun, hingga September 2019, BTN berhasil mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 18,45% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp193,8 triliun.

Penyumbang utama bertumbuhnya KPR adalah dari penyaluran KPR subsidi sebesar 25,54% yoy menjadi Rp111,64 triliun pada kuartal III/2019. Sedangkan untuk KPR nonsubsidi, naik di level 10,01% yoy menjadi Rp82,16 triliun per September 2019.

Dilain pihak, Ekonom INDEF Aviliani mengatakan bank harus mulai membuka diri terhadap potensi pembiayaan rumah terhadap pekerja informal. Pasalnya, Aviliani menganggap saat ini banyak pekerja informal yang sudah mampu membeli rumah dan ikut program KPR, tapi terkendala dengan persyaratan slip gaji.

Oleh karena itu, Aviliani menyebut harus diubah bagaimana cara tidak ada syarat slip gaji, tapi dilihat bagaiman kebiasaan menabung calon nasabah tersebut.

“Lalu perilaku mereka selama ini dalam menggunakan uang bagaimana sehingga dari situ bisa dilihat orang ini potensi tidak diberikan KPR,” imbuh Aviliani.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *