Lagi, AS Geram Pangkalan Militer di Irak Jadi Sasaran 8 Rudal

Again, US Furious Military Base in Iraq Target 8 Missiles

Foto Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

Pangkalan Amerika Serikat (AS) di pangkalan militer Irak terkena rudal

Lagi, basis tentara Amerika Serikat (AS) di pangkalan militer Irak diserang rudal. Menteri Luar NegeriAmerika SerikatMike Pompeo pun mengutuk aksi serangantersebut.

kegeraman Pompeo dikarenakan serangan terhadap pangkalan militer itu dilakukan ketika Iran mengisyaratkan untuk mengurangi ketegangan. “Marah dengan laporan serangan roket lanjutan pada pangkalanudara Irak,” begitu kata Pompeo di akunTwitter-nya.

Sebagaimana dikutip dari AFPpada Minggu (12/1), bahwa ada delapan rudal yang berturut-turut menghujani pangkalanmiliter udara Al-Balad di Baghdad. Serangan itu menyebabkan dua perwira Irak dan dua penerbang mengalami luka-luka.

Pompeo menyebut ini merupakan pelanggaran terus-menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal kepada pemerintah Irak dan harus diakhiri.

Namun begitu, hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.Sebelumnya, AS menuding bahwa kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak sebagai dalang dalam penyerangan itu.

Diketahui, Al-Balad adalah pangkalan udara pesawat F-16 Irak. Pesawat itu dibeli dari AS guna meningkatkan kapasitas militer udara negara itu.

Di pangkalan tersebut pasukan Angkatan Udara AS dan kontraktor bertempat di situ. Namun sebagian besar dari mereka telah dievakuasi menyusul ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran selama dua pekan terakhir.

“Sekitar 90 persen penasihat AS, dan karyawan Sallyport dan Lockheed Martin yang menjadi spesialis pemeliharaan pesawat telah ditarik ke Taji dan Erbil setelah ancaman (Iran),” begitu informasi dari sumber militer.

Sumber itu menyebut, saat ini yang tersisa tak lebih dari 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad.Dalam beberapa bulan terakhir, pangkalan militer itu dihantam roket dan mortir. Tak ada satupun tentara AS yang menjadi korban. Namun malahan melukai pasukanIrak, dan menewaskan satu kontraktor AS bulan lalu.

Atas kematian kontraktor itulah yang berbuntut ketegangan. AS melakukan serangan mematikan terhadap kelompok paramiliter pro-Iran di Irak serta konvoi yang membawa perwira tinggi militer Iran. Akibatnya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas di luar bandara Baghdad.

Aksi penyerangan menggunakan drone itu membuat faksi pro-Iran di Irak bersumpah untuk membalas dendam

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Politik: https://www.indonesianupdates.com/category/international/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *