Lakukan Penyelidikan Serangan Kilang Minyak, Arab Saudi Undang PBB

Investigate Oil Refinery Attack, Saudi Arabia Invites the UN

Saudi Arabia Flag

Menindaklanjuti insiden serangan atas kilang minyaknya, Arab Saudi akan mengundang para pakar internasional untuk berpartisipasi dalam penyelidikan. Para pakar yang diundang juga termasuk dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Respon keras dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang meminta dunia untuk mengutuk pelaku di belakang penyerangan terhadap kilang minyak tersebut.

Berdasarkan investigasi awal, menunjukkan bahwa senjata Iran digunakan di dalam serangan tersebut. Akibat serangan itu, produksi minyak Arab Saudi terganggu hingga setengahnya dan merusak pabrik pemrosesan minyak terbesar di dunia.

Salah seorang perwakilan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan, serangan itu menargetkan agar mengganggu pasokan minyak global. Serangan ini juga disebut Arab Saudi merupakan perpanjangan dari tindakan keras sebelumnya yang merusak stasiun pompa minyak pada Mei 2019 lalu.

Sebelumnya, pernyataan datang dari sebuah aliansi militer yang dipimpin Arab Saudi yang menyebutkan kalau serangan ke kilang minyak di Arab Saudi dilakukan menggunakan senjata Iran. Menurut mereka, berdasarkan temuan awal bahwa serangan tersebut tidak diluncurkan dari Yaman.

Sementara, Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Almalki mengatakan, penyelidikan pada serangan kilang minyak tersebut menutup 5 persen dari produksi minyak mentah dunia. Saat ini, pihaknya tengah melakukan investigasi untuk memastikan lokasi peluncuran.

Almalki mengatakan serangan teroris tersebut tidak berasal dari Yaman seperti pernyataan yang dikeluarkan milisi Houthi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *