Mahkamah Pidana Internasional Bakal Selidiki Perang Narkoba di Filipina, Duterte Anggap Itu Bodoh

International Criminal Court Will Investigate Narcotics War in the Philippines, Duterte Think That Is Stupid

Rodrigo Duterte

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menganggap tindakan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang berencana melakukan penyelidikan atas dugaan pembunuhan massal di luar hukum dalam perang narkoba di negaranya sebagai sesuatu yang bodoh.Duterte menyatakan dirinya hanya akan diselidiki atau menjalani persidangan di pengadilan Filipina. Dia tak mau mengikuti pengadilan di luar negaranya.

Kecaman terus dialamatkan padanya karena kepemimpinannya yang melakukan operasi besar-besaran untuk memberantas narkoba di dalam negeri. Sudah hampir 27 ribu orang dari operasi itu yang tewas tanpa melalui prosesperadilan yang jelas.

Sebelumnya, pengakuan sempat muncul dari Duterte kalau Filipina memang melakukan pembunuhan di luar hukum. Ia sempat melontarkan pernyataan kalau dirinya siap untuk diadili di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda.

Namun, saat akan digelarnya penyelidikan awal oleh tim Mahkamah Pidana Internasional pada Februari 2018, perintah dikeluarkan Duterte agar kepolisian tidak bekerja sama.

Tak lama setelahnya, Duterte memutuskan menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Walau demikian, ICC menegaskan bahwa penyelidikan akan tetap dilanjutkan.

Duterte pun menegaskan bahwa Filipina di bawah kepemimpinannya tetap akan menggaungkan perang anti-narkoba. Ia menilai dengan kampanye itu menunjukkan progres besar terhadap pengurangan kasus narkoba negaranya, dan tak peduli bila pihak luar menyukainya atau tidak, di bawah pemerintahannya ia akan melanjutkan hingga tuntas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *