Mendapat Jaminan Tak ke Suriah, Inggris Bebaskan Grace 1 Milik Iran yang Ditahan di Gibraltar

Received Assurances Not to Syria, Britain Free Grace 1 Owned by Iran Detained in Gibraltar

iran tank

Pemerintah Ekstrateritorial Inggris di Gibraltar memutuskan untuk melepaskan kapal super tanker milik Iran, Grace 1. Penahanan dilakukan karena kapal itu hendak mengirim minyak ke Suriah. Amerika Serikat (AS) sempat mengajukan negosiasi dengan Inggris selama 11 jam supaya membatalkan pembebasan kapal tanker milik Iran tersebut tetapi gagal.

Mahkamah Agung Gibraltar menyatakan mereka menyetujui pembebasan kapal tanker itu, yang telah dilakukan penahanan sejak 4 Juli lalu. Berdasarkan pernyataan pemerintah Gibraltar, mereka memang tidak berniat untuk memperpanjang masa penahanan.
Menurut pemerintah Gibraltar, mereka sudah menerima jaminan dari Iran dan pemilik minyak yang tidak akan menuju Suriah. Sebab hal itu merupakan pelanggaran terhadap sanksi yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Kepala Pemerintahan Gibraltar, Fabian Picardo mengatakan pihaknya bersikap sangat hati-hati dalam menahan Grace 1 dari bukti dan dugaan sebelumnya. Setelah mendapat jaminan mereka tak menuju Suriah, kemudian kapal itu bebaskan.
Pemerintah AS sempat ikut campur sebelum keputusan pembebasan kapal itu diambil. Dalam sidang yang digelar pada Kamis (15/8) pagi waktu setempat, Kuasa Hukum Jaksa Agung Gibraltar Joseph Triay menyatakan Kementerian Hukum AS mengajukan perpanjangan masa penahanan Grace 1 namun tanpa ada alasan jelas yng diberikan.
Hingga sampai batas waktu yang ditentukan AS belum memberikan alasan penangguhan pembebasan. Kapal itu pun akhirnya diputuskan dibebaskan.

Atas sikap AS yang mencoba menghalangi pembebasan kapal tanker itu, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengecamnya dan menyebut hal itu sebagai ‘upaya pembajakan.’

Iran diketahui masih menahan kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero. Kapal tanker itu ditahan saat melintasi Selat Hormuz karena dianggap melanggar aturan pelayaran dunia.
Juru bicara pemilik kapal Stena Impero menyatakan situasi yang mereka alami sangat berbeda dengan insiden Grace 1. Namun, pihaknya berharap hal ini sebagai pertanda baik supaya kapalnya juga ikut segera dibebaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *