Mon. Sep 23rd, 2019

Menikmati Keindahan Milky Way di Kampung Wae Rebo, Surga Tersembunyi di Bumi Flores

Enjoy the Beauty of the Milky Way in Wae Rebo Village, a Hidden Paradise on Earth Flores

Wae Rebo Village

Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sejumlah destinasi pariwisata yang indah, salah satunya adalah Labuan Bajo.

Menurut warga Labuan Bajo ada satu destinasi yang disebut seperti surga. Namun perjalanan untuk menuju tempat wisata itu memerlukan usaha yang besar.

Nama destinasi itu bernama Kampung Wae Rebo. Tempat ini merupakan sebuah kampung adat terpencil dan misterius di Desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikatakan terpencil, karena kampung ini terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Wae Rebo merupakan kampung yang masih berpegang teguh pada adat istiadat. Rumah tinggalnya pun masih orisinil dengan beratapkan ijuk kerucut yang biasa disebut Mbaru Niang.
Di dalam Mbaru Niang umumnya terdapat 5 – 6 kamar, sedangkan rumah keluarga kepala adat dan keturunannya lebih banyak, yakni 8 kamar.

Dari luar rumah mereka terlihat hanya memiliki satu lantai dasar, namun di dalam rumah Mbaru Niang ada lima lantai dengan fungsi yang berbeda. Utamanya, lantai dasar dipergunakan sebagai area kamar tidur dan ruang tamu.

Perjalanan menuju Wae Rebo membutuhkan fisik yang fit karena akan menguras banyak tenaga.

Berangkat dari Labuan Bajo menggunakan mobil, akan menempuh perrjalanan sekitar 4 hingga 5 jam untuk sampai di Desa Dintor, tepatnya tempat peristirahatan bernama Wae Rebo Lodge.
Belum selesai sampai disitu, wisatawan masih melanjutkan kembali perjalanannya ke “kampung kembaran” Wae Rebo yaitu Kampung Kombo yang berjarak 5-6 kilometer dan ditemuh dalam 10 menit.

Selanjutnya dari Kampung Kombo, wisatawan disarankan menumpang ojek lokal atau kendaraan roda dua hingga sampai di titik awal hutan Wae Rebo.

Sesampainya di titik awal tersebut, wisatawan perlu berjalan kaki yang memakan waktu sekitar 2 sampai 4 jam untuk menyusuri hutan, menyeberang sungai, dan melintasi bibir jurang untuk bisa sampai di Kampung Wae Rebo. Jadi, total perjalanan ke sana dari Labuan Bajo memakan bisa memakan waktu 7 hingga 8 jam.

Sesampainya di tempat tujuan, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan Mbaru Niang yang unik serta kegiatan masyarakat di sana. Rata-rata mata pencaharian masyarakat Wae Rebo yaitu berkebun kopi.

Tiap pagi, hasil kopi itu mereka bawa untuk dijual ke pasar. Ada pula kerajinan tangan warga yang menjadi cindera mata.

Pada malam hari, ini merupakan salah satu alasan dari para wisatawan ke Wae Rebo karena ingin berburu milky way.

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengakui kecantikan taburan-taburan bintang di atas atap rumah kampung adat tersebut. Biasanya sekitar pukul 20.30 WITA, para wisatawan mulai menempati spot tertentu untuk memandangi kecantikan milky way dengan jelas.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *