Thu. Aug 22nd, 2019

Meski Dukung Pemerintah, PAN Akan Tetap Bersikap Kritis Konstruktif

Although Supporting the Government, PAN Will Still Be Critical Constructive

Zulkifli Hasan

Meski belum secara resmi, Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memberikan sinyal akan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Hal itu tampak dari pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menyampaikan bahwa partainya siap mendukung pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin tanpa syarat apa pun.
Pernyataan juga datang dari Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi yang mengatakan partainya tidak ada upaya untuk meminta posisi politik di pemerintahan.
Viva menegaskan, meskipun PAN nantinya bakal mendukung pemerintahan Jokowi, namun partainya akan tetap bersikap kritis konstruktif terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini dilakukansebagai bentuk pengawasan agar tercipta pemerintahan yang bersih, transparan, dan kuat. Sikap kritis konstruktif dan upaya pengawasan ini akan dilaksanakan melalui tugas-tugas konstitusional anggota DPR RI Fraksi PAN di lembaga legislatif.
Dengan posisi politik PAN seperti ini, maka akan sesuai dengan platform, garis-garis besar perjuangan PAN. Juga, PAN tidak dianggap menggadaikan idealisme.
Di samping itu, Viva berpendapat bahwa lolos tidaknya ke parlemen tidak ditentukan oleh posisi politik parpol, namun beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah, pertama, kerja keras caleg meraih suara terbanyak di dapil. Kemudian, parpol yang lolos ambang batas parlemen sebanyak 4 persen merupakan parpol yang memiliki basis konstituen jelas.
Jumlah suara nantinya ditambah dengan suara dari simpatisan dan baru. Koalisi parpol pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin juga akan memilih paslon yang diusung sendiri. Begitu juga bakal ada paslon sendiri dari koalisi parpol pendukung Prabowo-Sandiaga.
Jadi, menurutnya, ambang batas parlemen atau parliamenthary threshold (PT) tidak ada korelasi positif dengan posisi parpol di pemerintahan. Sebab konfigurasi politik pusat dan daerah berbeda.
Faktor selanjutnya, adalah mesin organisasi parpol bergerak meraih jumlah suara, yang dikomando oleh kader dan pengurus yang serius dan ideologis. Kemudian, dibuatkan juga program parpol yang dirasakan dan dapat menyentuh hati rakyat.
Terakhir, kata Viva, yaitu soliditas dan komitmen perjuangan pengurus partai, ditambah dengan pembagian tugas pokok fungsi (tupoksi) dan kewenangan di internal partai yang berjalan tidak tumpang tindih. Sehingga diharapkan tatanan dan mekanisme organisasi partai bisa berjalan sesuai AD ART dan Peraturan Partai itu sendiri.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *