MLFF, Teknologi Tol Senilai Rp 1,26 Triliun yang Mau diInvestasikan Hungaria di Indonesia

MLFF, Toll Technology Worth Rp 1.26 Trillion which Hungaria Wants to Invest in Indonesia

Foto MLFF, Teknologi Tol Senilai Rp 1,26 Triliun

MLFF, Teknologi Tol Senilai Rp 1,26 Triliun

Pembangunan jalan tol masih menjadi perhatianpemerintah, termasuk juga kenyamanan penggunaseperti dalam mengantri pembayaran. Saat ini memanghampir di semua gerbang tol pembayaran telahdilakukan menggunakan kartu elektronik, sehingga bisamengurangi sedikit waktu antrian.

Sejumlah jalan tol yang ada di Indonesia juga menjadimagnet bagi negara lain untuk berinvestasi didalamnya. Salah satunya yang terbaru, investor dariHungaria tengah menyiapkan dana senilai USD 90 jutaatau setara Rp 1,26 triliun (kurs Rp 14.000) untukmembangun sistem teknologi Multi Lane Free Flow(MLFF) di Indonesia.

Dengan teknologi MLFF ini, memungkinkan masyarakat tak perlu berhenti tapping uang elektronik di gerbang tol saat melakukan pembayaran. Sehingga, diharapkan antrean di gerbang tol dapat semakin lancar.

“Perkiraan biaya sekitar USD 90 juta. Namun nanti akan tergantung proses lelang dengan kompetisi,” ungkap Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto melalui keterangan tertulis, Jumat (24/1).

Teknologi yang ditawarkan investor Hungaria ini disebut Global Navigation Satellite System (GNSS). Hal ini diungkapkan Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Kementerian PUPR Herry TZ.

“Jika dibandingkan dengan RFId (Radio Frequency Identification) yang telah diterapkan saat ini membutuhkan alat pembaca di setiap tempat, tapi kalau satelit alat pembacanya tidak harus di setiap tempat. Sehingga bisa lebih murah,” jelas Herry.

Adapun, GNSS ini adalah sistem pembayaran yangmenggunakan alat yang dipasang di mobil. Lalu, alat inibisa terbaca lewat satelit. Di beberapa negara maju diEropa Timur, termasuk Hungaria telah menerapkanpenggunaan GNSS ini.

Kendati begitu, menurut Herry jika nantinya penerapan teknologi nirsentuh pada gerbang tol ini dilakukan, akanditerapkan secara bertahap. Seperti dengan melakukan peralihan ke sistem RFId terlebih dulu.

“Kalau teknologi MLFF nanti semua kendaraan harus diregistrasi terlebih dulu, sehingga pada tahap awal akan dipakai dulu sistem RFId untuk meregister. Setelahsemua 100 persen terdaftar baru pindah ke GNSS,” kataHerry ungkap alasannya.Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa proses lelang implementasi MLFF akan dimulai pada April 2020.

Kemudian, pengumuman pemenang ditargetkan pada akhir 2020.Diketahui, Kementerian PUPR telah menerima prakarsa proyek jalan tol tersebut dari perusahaan asal Hungaria,yakni Roatex Ltd Zrt.

Perusahaan ini telah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu dan tengah menyempurnakan studi kelayakan serta penyiapan dokumen badan usaha yang akan melaksanakan dan mengelola pembayaran nontunai MLFF.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *