Operasional Menurun: PHK Membayang-bayangi Pekerja Penerbangan

Operations Decreased: Layoffs Shadow Workers Aviation

Chairperson of the Indonesian National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, revealed that the impact of corona made operations decrease so that employees involved in airline production had to be laid off.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, mengungkapkan imbas corona membuat operasional menurun sehingga karyawan yang terlibat dalam produksi maskapai terpaksa harus dirumahkan.

“Kalau kegiatan operasionalnya turun, yang akan banyak berkurang aktivitiasnya adalah karyawan yang berada di daerah operasional seperti pilot, engineer, pramugari dan kru yang lainnya. Itu kan kalau pesawat berhenti berarti mereka ikut (berhenti),” ujar Denon.

Meski belum resmi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Denon menyebut telah banyak pesawat yang parkir.

“Belum (ada PHK), yang sekarang ini ada beberapa maskapai yang merumahkan karena kegiatan operasinya kan menurun. Kalau dilihat banyak pesawat-pesawat parkir di airport, pesawat parkir itu pasti akan sangat tidak efektif bagi perusahaan jika (karyawan) masih harus hadir ke kantor,” terang Denon, Minggu (29/3/2020).

Lebih lanjut, mengenai nasib karyawan yang dirumahkan apakah mendapat gaji atau tidak, Denon terus terang belum tahu pasti, menurutnya hal tersebut bervariasi tergantung  perusahaan maskapai masing-masing.

Menyoal kegiatan bandara, Denon meminta diskon atas pembiayaan secara teknis yang harus dikeluarkan atas himbauan yang meminta maskapai untuk menurunkan jadwal penerbangan.

“Otomatis kan (pesawat) pada parkir. Parkirnya kan nggak bisa di luar airport, harus di dalam airport. Bagaimana perlakuan parkir itu apakah berbayar, kalau berbayar udah nggak boleh terbang masa disuruh bayar. Fairness (keadilan) biaya-biaya airport termasuk navigation service dan sebagainya, termasuk biaya-biaya pertamina yang kita coba propose (ajukan) ke pemerintah,” ujar Denon.

Selain itu, Denon meminta keringanan atau relaksasi atas penundaan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) badan perusahaan. Dengan harapan, hal itu dapat membantu perusahaan untuk mengalokasikan dana cadangan untuk menunjang kegiatan yang tidak mendapatkan pemasukan.

Apabila tak kunjung ada respon dari pemerintah, Denon menyebut PHK akan benar-benar terjadi demi menyelamatkan perusahaan.

Sejalan dengan Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman, ia menyebut PHK bisa saja terjadi.

“Jelas. Kalau wabah ini berkepanjangan, ya PHK tidak bisa dihindari,” kata Gerry (29/3/2020).

Gerry menyebut wabah Covid-19 membawa dampak luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi industri penerbangan di seluruh dunia.

Menurutnya, selama negara-negara lain masih terkena wabah, akan sulit untuk memprediksi kapan wabah Covid-19 ini akan berakhir. Terlebih, menurut para ilmuwan puncak Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada akhir April hingga Mei 2020 mendatang.

“Untuk wabah menurun hingga tidak membahayakan, juga akan memakan waktu setelah puncak wabah tercapai,” papar Gerry.

Sama halnya dengan Pengamat Penerbangan Alvin Lie, yang menyebutkan meski wabah ini di satu negara telah mereda, kegiatan seluruh dunia akan tetap saling berimbas apabila masih ada negara-negara yang terdampak.

“Itu (bisa pulih) sampai kondisi darurat corona ini bisa diatasi bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia. Kita melihat seperti China walaupun sudah mampu mengatasi (corona) tapi kegiatan ekonomi, kegiatan sosialnya belum pulih,” ucap Alvin.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang National: 
https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *