Sun. Aug 18th, 2019

Pakistan Minta AS Bantu Redakan Ketegangan Terkait Konflik Kashmir

Pakistan asks the US to help ease tensions over Kashmir conflict

soldiers on road

Pakistan meminta Amerika Serikat (AS) untuk dapat membantu meredakan ketegangan antara negaranya dengan India, pasca India mencabut status istimewa Jammu dan Kashmir. Washington dinilai dapat mengambil peran tersebut menurut Islamabad.
Duta Besar Pakistan untuk AS Asad Khan mengatakan kalau AS dapat berbuat lebih banyak untuk membantu meredakan situasi ketegangan kedua negara dan menyadarkan India.
Dia berharap tak hanya AS, tapi negara lain pun agar dapat turut serta dalam meredakan ketegangan terkait pencabutan status istimewa Kashmir tersebut.
Mengenai situasi saat ini, Khan menuturkan negaranya tidak akan berusaha meningkatkan eskalasi. Namun, ia menyebut pemerintah akan merespons dengan sangat tepat jika ada pelanggaran yang terjadi di wilayahnya.
Sejauh ini AS masih belum mengambil tindakan apa pun terhadap keputusan India mencabut status istimewa Kashmir. Pada Kamis lalu, pernyataan dari juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus bahwa kebijakan Washington terhadap Kashmir tidak berubah.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (5/8), Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut status istimewa Jammu dan Kashmir. Hak istimewa itu telah disandang kedua wilayah selama hampir tujuh dekade. Alasan Modi mencabut status tersebut untuk menyatukan Kashmir sepenuhnya dengan India. Kashmir merupakan satu-satunya wilayah di India dengan penduduk yang mayoritasnya adalah Muslim.
Untuk diketahui, sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Kashmir terpecah menjadi dua, yakni dua per tiga bagian dikuasai India, sementara sisanya adalah milik Pakistan. Garis Line of Control (LoC) menjadi pemisah dari wilayah tersebut. Perselisihan akibat sengketa Kashmir menyebabkan peperangan antara India dan Pakistan sebanyak tiga kali, yakni pada 1948, 1965, dan 1971.
Tentara India dan Pakistan telah terlibat pertempuran secara sporadis sejak 1984 di glester Siachen di Kashmir utara. Perang telah memakan korban lebih dari 70 ribu orang yang terbunuh sejak 1989.

Share On

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *