Penantian Pengusaha Hotel dan Restoran Terhadap Pesaing Bisnis Avtur Pertamina

Waiting for Hotel and Restaurant Entrepreneurs Against Avtur Pertamina’s Business Competitors

Foto Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani

Haryadi, kehadiran para pemain baru terhambat oleh kesepakatan BUMN

Penantian tengah di lakukan Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani akan kedatangan dua pemain baru ada bisnis avtur di tanah air, yakni PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum (BP). Menurut Haryadi, kehadiran pemain baru itu terganjal kesepakatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Tunda, tunda, tunda sampai hari ini. Pokoknya panjang lebar yang terakhir saya dengar PT Angkasa Pura yang masih tidak sepakat,” ujar Haryadi, Jumat (6/12).

Lamanya proses kedatangan pemain avtur baru tersebut ke pasar menjadi keluhan baginya. Padahal, dia sendiri telah menyampaikan keluhan itu sejak Februari lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda terealisasinya rencana kedatangan pemain baru avtur tersebut.

Pasalnya, Hariyadi meyakini dengan hadirnya pemain baru, maka harga avtur di Indonesia bisa makin kompetitif. Sehingga, harga tiket penerbangan bisa lebih murah dan berimbas positif pada sektor pariwisata.

“Mungkin sekarang karena menteri-menteri sudah ganti semua, maka itu akan jalan. Jadi harus ada kompetisinya,” sebutnya.

Seperti diketahui, saat ini PT Pertamina (Persero) merupakan pemain tunggal bisnis bahan bakar pesawat itu. Hal ini berimbas pada harga avtur di pasar menjadi tak terkendali, karena ditengarai Pertamina melakukan monopoli harga.

Sebelumnya, Ihwal monopoli harga avtur sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menerima laporan pengusaha. Jokowi juga meminta Pertamina agar menurunkan harga avtur.

“Terus terang saya kaget, saya baru tahu dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur yang ternyata dijual di Soekarno Hatta, itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri,” ujar Jokowi ,Jakarta, Senin (11/2).

Kemudian, permintaan Jokowi ditindaklanjuti oleh para punggawanya, seperti Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut akan mengundang investor lain untuk memasok kebutuhan avtur di dalam negeri. Tujuannya, sebagai pembanding dan supaya harga bisa ditekan.

Namun, rapat terakhir terkait avtur terpaksa tertunda. Sebab, Luhut harus menghadiri pertemuan dengan sejumlah petinggi Partai Golkar pada Selasa (3/12) lalu.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *