Pencalonan Wali Kota Nur Asia dan Batu Sandungan Dinasti Atut di Tangsel

Nomination of Nur Asia Mayor and Atut Dynasty Stumbling Stone in South Tangerang

gerinda11

Wacana Nur Asia Uno yang merupakan istri dari cawapres 2019 Sandiaga Uno, yang mencalonkan dalam Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan (Pilwalkot Tangsel) pada 2020 makin mencuat. Namun, Gerindra dan Nur Asia dinilai bakal menghadapi batu sandungan yaitu dinasti politik yang sudah mengakar kuat di wilayah Banten.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan telah mengusulkan kepada Prabowo Subianto selaku ketua umum, terkait pencalonan Nur Asia.

Dasco mengatakan warga Tangsel tak akan keberatan dengan adanya pemimpin perempuan. Dia yakin Nur mampu mengemban tugas jika menjadi Wali Kota Tangsel kelak.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati memprediksi Nur Asia yang berencana mencalonkan dirinya untuk menduduki kursi nomor satu di Tangsel tak akan mudah.
Langkah politik Nur Asia, menurutnya, bakal menemui batu sandungan dari kekuatan dinasti politik Ratu Atut Chosyiah. Dinasti ini telah mengakar kuat di Banten, khususnya di Tangsel.

Kekuatan politik milik keluarga Atut sudah tertanam lama di Banten. Tak hanya pemerintah daerah di Provinsi Banten, dinasti ini juga menjalar di tingkat legislatif hingga antarprovinsi.

Contohnya, anak dari Ratu Atut, yakni Andika Hazrumy yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten saat terpilih di Pilkada serentak 2018 lalu.
Anggota keluarga lainnya, adik Atut, yakni Ratu Tatu Chasanah juga menjabat Bupati Serang. Sementara menantu Atut, Adde Rossi Khoerunnisa terpilih sebagai Wakil DPRD Banten.

Airin Rachmi Diany, yang saat ini menjabat Wali Kota Tangsel selama dua periode, juga merupakan bagian dari dinasti Atut. Airin merupakan istri Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang tak lain adalah adik kandung Ratu Atut.
Melihat hal tersebut, Wasis menilai kemungkinan besar dinasti politik Atut tak akan melepas wilayah Tangsel yang telah lama menjadi basis kekuasaan utamanya. Oleh karena itu, Nur Asia harus menghadapi kroni-kroni dari dinasti Atut yang masih berpengaruh di wilayah Tangsel kelak ketika berkompetisi.

Di sisi lain, modal politik yang dimiliki Nur, menurut Wasis, hanya dalam bentuk kekuatan finansial yang tak lepas dari peranan Sandiaga Uno sebagai seorang pebisnis tersohor di Indonesia.

Kendati memiliki modal finansial, namun Nur belum punya basic jaringan akar rumput dan kemampuan keterampilan teknis dalam memimpin Tangsel, yang bisa menjadi problem solver dan taktis.

Wasis pun menyarankan agar Nur Asia dan Gerindra berkoalisi dengan kandidat yang nantinya diusung oleh dinasti Atut dalam Pilwalkot Tangsel mendatang.

Skenario politik itu, menurut Wasis, bisa membuka peluang untuk menang bagi Nur Asia pada Pilwalkot Tangsel. Sebab, modal finansial dari Nur Asia yang dikombinasikan dengan jejaring dinasti Atut maka bisa menjadi ‘jalan tanpa hambatan’ menguasai Tangsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *