Penetrasi Pembiayaan Amartha Hingga Ke Indonesia Timur

Penetration of Amartha Financing to Eastern Indonesia

Foto Pembiayaan Amartha

Sekarang PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) semakin berkembang ke Indonesia Timur, yaitu ke Sulawesi untuk memperluas penetrasi

Kini PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) semakin berkembang ke Wilayah Indonesia Timur, yakni ke Sulawesi untuk memperluas penetrasi pembiayaan. Andi Taufan selaku CEO Amartha mengungkapkan Amartha sendiri telah membangun 34 cabang di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Sampai saat ini, pendanaan yang telah tersalurkan sebesar Rp 1,38 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatkan 98,57% dari tahun lalu yang hanya Rp 700 miliar. Pembiayaan itu telah disalurkan kepada 291.000 perempuan pengusaha mikro di desa.

Melalui siaran pers, Selasa (1/10/2019), Andi mengatakan Amartha juga ikut berperan aktif dalam mendorong inklusi keuangan dengan memberikan akses keuangan dan edukasi kepada mitra, yang sebagian adalah perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Amartha pun terus meningkatkan promosi untuk mendukung pemodalan dan menarik minat pendana terutama dari kalangan millenial, yang kini telah mencapai 68%.

Tidak hanya memberikan pendanaan untuk usaha produktif, Amartha juga mempunyai program, yakni pendampingan mengenai pengelolaan keuangan dan tata cara pengelolaan usaha.

Peer-to-peer (P2P) lending merupakan usaha Amartha yang difokuskan untuk membiayai pengusaha kelas mikro dengan sistem tanggung renteng.

Andi menjelaskan pendana Amartha juga mendapat keamanan dengan implementasi upaya sistem tanggung renteng, meraih keuntungan hingga 15 persen per tahun, dan menciptakan dampak sosial di masyarakat.

Untuk menggaet minat kaum millenial, Amartha menggelar acara talkshow edukatif di berbagai universitas, contohnya Universitas Hassanuddin (UNHAS), Makassar pada Selasa (1/10). Dalam rangka memperingati bulan inklusi keuangan, Amartha mengadakan edukasi mengenai perkembangan industri keuangan khususnya fintech (financial technology) kepada 250 lebih mahasiswa.

Pada acara tersebut menampilkan pembicara seperti Andi Taufan Garuda Putra selaku Pendiri dan CEO Amartha, Dani Surya Sinaga selaku Direktur Pengawasan LJK OJK Regional 6 Sulampua, dan Aulia Akbar selaku Financial Advisor MoneySmart. Acara ini dimoderatori oleh Veronica Moniaga. Seperti diketahui tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih rendah. Pada hasil riset OJK tahun 2016 hanya menunjuk pada angka 29,7%. Kenaikan 1% inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan PDB per kapita sebesar 0,03%. OJK menargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 35% di tahun 2019 ini.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bisnis: https://www.indonesianupdates.com/category/business/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *