Penyelundupan Benih Lobster, PPATK Sebut Aliran Dana Sampai Dengan Rp900 Miliar

Lobster Seed Smuggling, PPATK Mention Funds of Up to Rp900 Billion

Foto bibit Lobster menjadi bisnis yang tersembunyi

Penyelundupan biji lobster menjadi bisnis tersembunyi bagi sejumlah pihak

Benih lobster menjadi bisnis yang terselubung bagi sejumlah pihak untuk meraup cuan. Berdasarkan keterangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa aliran dana penyelundupan benih lobster ke luar negeri nilainya mencapai Rp300 miliar-Rp900 miliar per tahun. Pendanaan mengalir untuk membiayai pengepul dalam negeri dan juga membeli benih tangkapan nelayan lokal.

Menurut Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin bahwa dana tersebut berasal dari bandar yang ada di luar negeri lalu. Kemudian, dana itu dialirkan ke berbagai pengepul yang ada di Indonesia. Bahkan bukan hanya penyelundupan benih lobster, aliran dana itu juga terindikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Jadi banyak pihak yang terlibat di sana termasuk pihak eksportir dan importir yang menggunakan penyamaran untuk menerima pembayaran itu,” ungkap Kiagus seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (13/12).

Kiagus, lebih lanjut menjelaskan penyelundupan benih lobster ini melibatkan sindikat internasional. Modus yang dipakai guna menampung dana tersebut ialah mereka menggunakan rekening pihak ketiga seperti toko mainan, perusahaan garmen, dan eksportir ikan.

Akibat adanya praktik penyelundupan benih lobster tersebut, Kiagus mengatakan ini menimbulkan kerugian negara yang signifikan dan mengurangi penerimaan negara.

Tak hanya berdampak pada sisi materiil, penyelundupan benih lobster juga memberikan pengaruh eksploitasi sumber daya kelautan dan perikanan. Apabila terus dilakukan dalam jangka panjang, praktik ini bisa berimbas pada penurunan ekspor lobster Indonesia serta mengancam kelestarian sumber daya lobster di Indonesia.

Diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Edhy Prabowo memberi sinyal akan membuka kembali kebijakan ekspor benih lobster. Padahal, di era menteri sebelumnya, yakni Susi Pudjiastuti , ekspor benih lobster merupakan hal yang dilarang.

Adapun pertimbangan kebijakan tersebut dilakukan, bahwa ekspor benih lobster masih terjadi secara ‘gelap’. Untuk itu, KKP tengah mempertimbangkan apakah kebijakan ekspor benih lobster bisa dibuka kembali.

Baca lebih banyak artikel terkait tentang Bangsa: https://www.indonesianupdates.com/category/nation/

Ikuti kami di Facebook dan tetap up to date dengan konten terbaru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *